telusur.co.id - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Jakarta Selatan resmi melakukan lompatan strategis dalam pelantikannya, Jumat (6/2).
Tidak sekadar seremonial, kepengurusan masa khidmat 2025-2027 ini meluncurkan Student Research Center (SRC) sebagai laboratorium intelektual yang akan menjadi basis pergerakan organisasi.
Ketua PC IPNU Jakarta Selatan, Muhammad Sopian Arsyaya, menegaskan bahwa SRC hadir untuk mengubah paradigma organisasi pelajar dari sekadar wadah silaturahmi menjadi organisasi berbasis data (data-driven organization).
Lembaga ini akan mengawal empat pilar inti yang menjadi motor penggerak intelektualitas kader:
Pertama, Database Pelajar Digital: Digitalisasi data anggota hingga tingkat sekolah (PK) dan kecamatan (PAC) untuk pemetaan potensi secara akurat.
Kedua, Survei Isu Pelajar: Melakukan riset tahunan terkait kesehatan mental, penggunaan media sosial, hingga minat profesi sebagai landasan kebijakan cabang.
Ketiga, Workshop Literasi & Riset: Pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan metodologi penelitian bagi pelajar.
Terakhir, Publikasi Berkala: Penerbitan jurnal dan buletin sebagai wadah gagasan kritis kader.
Tak hanya riset, SRC juga membagi fokusnya ke dalam beberapa divisi keahlian, mulai dari Language Hub (Inggris, Arab, Mandarin), Divisi Kebudayaan (Teater & Seminar), hingga Softskill Excellence yang mencakup Public Speaking, Digital Marketing, dan Manajemen Organisasi (MOK).
“Kami ingin kader IPNU IPPNU Jakarta Selatan tidak hanya unggul secara spiritual, tapi juga kompetitif secara global melalui penguasaan bahasa dan teknologi,” ujar Khomariyah Anggun Pitaloka, Ketua PC IPPNU Jakarta Selatan.
Kehadiran SRC juga menjadi daya tawar (bargaining power) strategis bagi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Dengan data riset yang dimiliki, IPNU IPPNU siap memberikan masukan berbasis bukti (evidence-based policy) kepada pemerintah terkait mitigasi isu kenakalan remaja, tren kesehatan mental, hingga upaya peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di wilayah Jakarta Selatan.
Sebagai langkah awal, SRC akan memulai Pilot Project di 3-5 sekolah unggulan sebagai laboratorium riset percontohan. Program ini ditargetkan mampu memproduksi minimal satu buku kumpulan riset atau buletin setiap semester dengan bimbingan dari para mentor ahli dan akademisi.
Dengan transformasi ini, PC IPNU IPPNU Jakarta Selatan memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menyongsong Jakarta sebagai Kota Global. [ham]



