telusur.co.id - Intensitas hujan yang begitu tinggi mengguyur Subang, terutama daerah rawan banjir pantura wilayah Pamanukan dan Legonkulon, sejak hari Minggu hingga Senin dini hari tadi, sehingga sungai Cipunagara meluap dan mengakibatkan pemukiman warga di Pamanukan termasuk Legonkulon terendam banjir.
Banjir dari luapan sungai Cipunagara kali ini di Pamanukan lebih parah dibanding tahun - tahun sebelumnya hingga jalanan utama bagaikan sungai dengan arus yang cukup deras.
Bahkan petugas untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di rumahnya masing - masing pun harus menggunakan alat bantu lainnya karena derasnya arus air tersebut.
Hal ini dikatakan warga Pamanukan Ali Bonang, bahwa banjir kali ini, seperti kejadian pada lima tahun kebelakang yaitu pada tahun 2014, dengan luapan sungai Cipunagara selain merendam pemukiman juga mengakibatkan jalanan utama di Pamanukan dan Pantura lumpuh total.
"Banjir kali ini, mirip seperti kejadian pada tahun 2014, bedanya kali ini jalanan utama bagaikan sungai dengan arus yang cukup deras," kata Hendrik kepada telusur.co.id, Senin (08/02/2021).
Banjir akibat luapan sungai Cipunagara selain merendam pemukiman juga mengakibatkan jalanan utama di Pamanukan dan Pantura lumpuh total.
"Bahkan tim petugas evakuasi juga harus extra keras karena arusnya sangat deras, sangat menegangkan dan menyulitkan baik para korban maupun petugas,” ujar Ali Bonang.
Laporan : Deny Suhendar.



