Supaya Danau Toba Lebih Jernih, PUPR dan BPPW Bangun Jaringan Pipa Limbah - Telusur

Supaya Danau Toba Lebih Jernih, PUPR dan BPPW Bangun Jaringan Pipa Limbah


telusur.co.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Utara, terus meningkatkan pelayanan sanitasi melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) terpusat Skala pinggiran kawasan Danau Toba. 

Salah satunya adalah pembangunan jaringan pipa Instalsi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kecamatan Girsang Siobhan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun sampai ke Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.

Dalam rapat Koordinasi di Kantor Camat Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, Selasa (29/9/2020), Staf Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumatera Utara, Doni mengatakan, dengan adanya pembangunan jaringan perpipaan IPAL ini, maka diharapkan air limbah domestik dari rumah tangga dan perhotelan tidak lagi mencemari kawasan air Danau Toba.  

“Jadi proyek jaringan perpipaan air limbah terbagi atas dua paket dimana paket pertama pembangunan perpipaan air limbah berada di area wisata Parapat dan rehab pembuatan bak penampungan di Ajibata, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba,"  ujarnya. 

Waktu pengerjaan proyek pipa air limbah lebih kurang 365 hari kerja. Sejak 2 September 2020 dan selesai September 2021, dengan nilai pagu Rp 59 Miliar. 

"Pembagunan IPAL di Parapat akan dimulai dari Jalan Sisingamangaraja, Terminal Sosorsaba dan Jalan Anggarajim masuk ke IPAL Pantai Bebas, terkait pembagunan ada pemasangan pipa baru dan perbaikan jaringan lama," ujar Doni. 

Lebih lanjutnya disampaikan, bahwa perbaikan jaringan lama ada dilokasi pompa 1 belakang hotel Inna Parapat, pompa 2 di Tigaraja, dan pompa 3 di Ajibata. 

Sedangkan IPAL di proses di bantaran area Sijambur Ajibata berdekatan dengan kolam pakultatif, pakurasi dan bak spedi (pengering lumpur). Tapi sampai saat ini harus diperlukan perbaikan bak proses, begitu juga kantor pengelolaannya. 

Doni berharap agar masyarakat, atas nama Pemerintah selaku pengelola program limbah, bisa bekerjasama, serta mau mengkoneksikan air limbahnya ke pipa IPAL, sehinga Danau Toba tidak tercemar. “Perlu kita ingat bahwa dampak limbah bukan sekarang, tapi saat kelak ke anak cucu kita nantinya, tak usah jauh-jauh dampak sekarang ini, dulunya air  Danau Toba jernih dan bersih, tapi sekarang sudah jauh berbeda, yang sifatnya tercemar. Jadi kalau bukan mulai sekarang kita perbaiki kapan lagi masyarakat sadar menjaga kelestarian lingkunganya,” tandasnya. 

Program ini mendukung destinasi Danau Toba  biar diminati wisatawan lokal maupun mancanegara, dan jikalau wisatawan sudah senang dengan kebersihan dan kejernihan air Danau, maka pihak hotel dan pramuwisata akan semakin senang karena tamu akan makin bertambah datang ke kota. 

Didampingi Sait sebagai manajer Limbah bidang tehnik, Surya Darma Tanjung menegaskan, yang dibagun bukan sambungan ke limbah rumah warga. Tapi pipa brinmer (besar) dan skunder (pipa kecil) artinya pipa brinmer ada di Jalan Sisingamangaraja, sedakan pipa skunder di jalan Anggarajim, dan pipa kecil khomesten untuk melayani rumah tangga.

“Kalau kontrol penel atau gardu ada disetiap IPAL, yaitu di Pantai Bebas, dan rumah pompa 1, 2, 3 hinga ke jalan Limbah Ajibata,” katanya.   

Surya menerangkan, juga akan dilakukan pelatihan bagi PDAM cara mengelola limbah. Dan yang bisa terkaper masuk pipa limbah seluruh konsumen diseputar Danau Toba. Termasuk perhotelan dan fasilitas umum bila masyarakat mau menyambung, untuk itu ditargetkan pekerjaan selesai 8 bulan, juga akan melibatkan warga sekitar dalam mengerjakan proyek, dengan cacatan siap memenuhi arahan -arahan secara teknis.

Camat Girsip, Eva Suryati Ulyarta Tanbunan yang juga didampingi Uspika dan para Lurah mendukung pembagunan jaringan pipanisasi air limbah. Demi kelestarian alam dan kebersihan air Danau Toba.  

"Saluran air limbah sangat dibutuhkan oleh masyarakat, baik perhotelan khusus di pingiran DanauToba, sehinga Danau Toba yang kita cintai ini tidak tercemar. Kita himbau masyarakat mendukung pembagunan pipa IPAL tersebut, baik pelaku wisata maupun pihak hotel," ujar Camat.

Rapat koordinasibdan diskusi ini juga dihadiri dari Badan Lingkungan Hidup, Bapeda Simalungun, para Lurah dan pihak owner perhotelan di kota wisata Danau Toba Parapat. [ham]


Tinggalkan Komentar