SWH: Investasi Harus Berjalan Bersama Perlindungan dan Upah Layak bagi Pekerja - Telusur

SWH: Investasi Harus Berjalan Bersama Perlindungan dan Upah Layak bagi Pekerja

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Herman (SWH)

telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Sri Wahyuni Herman (SWH), menegaskan bahwa pertumbuhan investasi dan kawasan industri di Kabupaten Indramayu harus berjalan beriringan dengan perlindungan serta peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.

Hal tersebut disampaikan SWH saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut SWH, pembangunan kawasan industri merupakan peluang penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, investasi tidak cukup hanya menghasilkan pembangunan fisik dan aktivitas ekonomi. Masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal, harus menjadi bagian dari manfaat yang dihasilkan dari pertumbuhan tersebut.

“Kita tentu menyambut baik investasi yang masuk ke Indramayu. Tetapi investasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Tenaga kerja lokal harus mendapatkan kesempatan bekerja, perlindungan, dan upah yang layak,” ujar SWH.

Ia menilai, penciptaan lapangan kerja perlu dibarengi dengan perhatian terhadap kualitas pekerjaan. Pertumbuhan industri seharusnya tidak hanya berbicara mengenai jumlah tenaga kerja yang terserap, tetapi juga memastikan pekerja memperoleh kondisi kerja yang layak dan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

SWH juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat lokal tidak tertinggal ketika kawasan industri berkembang. Menurutnya, warga di sekitar kawasan industri harus mendapatkan kesempatan yang proporsional untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi di daerahnya.

“Jangan sampai masyarakat hanya melihat kawasan industri tumbuh di sekitar mereka, sementara manfaat ekonominya tidak dirasakan secara langsung. Karena itu, penyerapan tenaga kerja lokal dan perlindungan pekerja harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Menurut SWH, pemerintah memiliki peran penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dengan mempertemukan kepentingan investasi, dunia usaha, dan masyarakat. Koordinasi tersebut diperlukan agar pertumbuhan industri dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Ia juga mendorong agar masyarakat yang masuk ke dunia kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, kesempatan kerja yang tercipta dapat diisi oleh sumber daya manusia lokal yang memiliki kompetensi dan kesiapan.

Bagi SWH, investasi dan kesejahteraan pekerja bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru harus berjalan bersama agar pembangunan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Investasi tumbuh, tenaga kerja lokal juga harus ikut tumbuh dan sejahtera. Kita ingin industri berkembang, tetapi masyarakat di sekitarnya juga merasakan adanya perubahan kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

SWH berharap pertumbuhan kawasan industri di Indramayu dapat menjadi momentum untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari megahnya kawasan industri atau besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Kawasan industri boleh tumbuh dan investasi boleh berkembang. Tetapi masyarakat Indramayu harus menjadi bagian dari pertumbuhan itu. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” pungkas SWH. (VC)


Tinggalkan Komentar