Tak Akan Tunduk pada Tekanan AS, Presiden Iran: Perang Ekonomi Tak Akan Mengalahkan Kami - Telusur

Tak Akan Tunduk pada Tekanan AS, Presiden Iran: Perang Ekonomi Tak Akan Mengalahkan Kami

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Sumber foto: IRNA

telusur.co.id - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah pada tekanan maupun “tuntutan berlebihan” dari musuh-musuhnya, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan negosiasi internasional terkait program nuklir Teheran.

Dalam pertemuan dengan anggota Kamar Dagang, Industri, Pertambangan, dan Pertanian Iran pada Senin, Pezeshkian menyatakan bahwa pemerintah telah menyusun proses negosiasi dengan memastikan hak-hak rakyat Iran tetap terlindungi sepenuhnya.

“Republik Islam Iran dalam kondisi apa pun tidak akan tunduk pada tekanan dan tuntutan yang berlebihan,” tegas Pezeshkian dikutip dari kantor berita Irna (25/5/2026).

Ia juga menuduh pihak lawan kini beralih menggunakan “perang ekonomi” setelah gagal menekan Iran melalui jalur militer.

Menurutnya, sanksi ekonomi dan tekanan finansial yang dijatuhkan terhadap Iran merupakan bagian dari strategi untuk melemahkan negara tersebut. Namun ia optimistis Iran mampu melewati situasi itu melalui kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta.

“Meskipun musuh memusatkan perhatian pada perang ekonomi setelah kegagalan militer mereka, pemerintah dan sektor swasta akan berhasil melewati tahap ini dengan solidaritas, empati, dan kerja sama,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat mengenai isu nuklir dan pencabutan sanksi.

Sebelumnya, Pezeshkian juga menyampaikan pesan diplomatik melalui platform X (dulu Twitter), dengan menegaskan bahwa Iran selama ini tetap menghormati komitmennya dan terus membuka jalan dialog untuk menghindari konflik.

“Iran secara konsisten menghormati komitmennya dan telah menempuh setiap jalan untuk menghindari perang; semua jalan tetap terbuka dari pihak kami,” tulisnya.

Namun ia memperingatkan bahwa upaya memaksa Iran menyerah melalui tekanan hanya akan menjadi ilusi.

“Memaksa Iran untuk menyerah melalui paksaan hanyalah ilusi. Saling menghormati dalam diplomasi jauh lebih bijaksana, aman, dan berkelanjutan daripada perang,” tambahnya.

Pernyataan Presiden Iran itu memperlihatkan bahwa Teheran masih ingin menjaga jalur diplomasi tetap terbuka, namun pada saat yang sama ingin menunjukkan bahwa mereka tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman atau tekanan ekonomi dari pihak luar.


Tinggalkan Komentar