telusur.co.id - Pemerintah Iran kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap tekanan internasional terkait program pertahanan negara tersebut. Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Majid Ebnolreza, menyatakan kemampuan rudal dan drone Iran merupakan "garis merah" keamanan nasional yang tidak akan pernah menjadi bagian dari proses negosiasi.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pada Rabu (1/7/2026), Ebnolreza menegaskan bahwa kekuatan rudal dan pesawat nirawak menjadi salah satu pilar utama pertahanan Iran di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berubah.
"Kapabilitas rudal dan drone Iran adalah garis merah bagi keamanan nasional dan tidak akan menjadi subjek negosiasi," tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan dengan anggota Komisi Ekonomi parlemen Iran, di mana ia memaparkan berbagai pencapaian militer dan pertahanan negara itu selama konflik yang disebutnya sebagai "perang 40 hari" yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurut Ebnolreza, pengalaman selama konflik tersebut justru semakin memperkuat keyakinan Teheran mengenai pentingnya menjaga dan mengembangkan kemampuan pertahanan strategis secara mandiri.
Ia menambahkan bahwa Iran akan terus memperkuat program rudal dan drone dengan mengandalkan kemampuan teknologi domestik serta sumber daya dalam negeri.
"Kami akan melanjutkan pengembangan kemampuan ini dengan bertumpu pada keahlian nasional dan kapasitas lokal," ujarnya.
Selama beberapa tahun terakhir, program rudal balistik dan drone Iran menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan Teheran dengan negara-negara Barat dan sekutu mereka di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa berulang kali mendesak agar program tersebut dimasukkan dalam pembahasan diplomatik terkait keamanan kawasan dan isu nuklir Iran.
Namun, pemerintah Iran secara konsisten menolak tuntutan tersebut dengan alasan kemampuan pertahanan merupakan hak kedaulatan yang tidak dapat ditawar.
Pernyataan terbaru dari pejabat pertahanan Iran ini kembali menegaskan bahwa Teheran tidak menunjukkan tanda-tanda akan melonggarkan posisinya terkait program rudal dan drone, meskipun tekanan diplomatik internasional terus meningkat.



