Tentara Suriah Terapkan Jam Malam di Al-Shaddadi Usai Pejuang ISIL Kabur - Telusur

Tentara Suriah Terapkan Jam Malam di Al-Shaddadi Usai Pejuang ISIL Kabur

Seorang tentara pemerintah Suriah berdiri di luar penjara al-Aqtan, yang menampung tahanan ISIS, saat tentara Suriah mengambil alih pangkalan militer Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di dekatnya [AFP]

telusur.co.id - Tentara Suriah memberlakukan jam malam di kota al-Shaddadi, timur laut Suriah, setelah sejumlah pejuang ISIL (ISIS) melarikan diri dari penjara kota di tengah bentrokan dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, menurut laporan kantor berita negara SANA.

Dalam pernyataannya, Tentara Suriah menegaskan bahwa mereka kini sepenuhnya menguasai kota serta penjara yang menampung tahanan yang diduga anggota ISIL. Militer juga tengah memburu para pejuang yang melarikan diri di al-Shaddadi dan wilayah sekitarnya.

Otoritas Operasi Suriah menambahkan bahwa kendali atas penjara al-Aqtan dan fasilitas keamanan di Raqqa akan dialihkan ke Kementerian Dalam Negeri setelah operasi selesai. Militer bahkan menuduh SDF sengaja membebaskan para anggota ISIL, meski jumlah pejuang yang lolos dari penjara tidak disebutkan.

Sementara itu, SDF membantah tudingan tersebut dan menyatakan mereka kehilangan kendali atas penjara setelah diserang oleh Tentara Suriah. Pasukan pimpinan Kurdi itu juga melaporkan sembilan anggotanya tewas dan 20 lainnya terluka dalam pertempuran di sekitar al-Aqtan. Koalisi pimpinan Amerika Serikat melawan ISIS belum melakukan intervensi, meski pihak SDF mengaku sudah berulang kali menghubungi pangkalan koalisi terdekat.

Pemberlakuan jam malam ini terjadi sehari setelah pemerintah Suriah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan SDF. Kesepakatan tersebut mencakup penarikan sebagian wilayah yang dikuasai SDF, termasuk Raqqa dan Deir Az Zor—dua provinsi strategis yang kaya ladang minyak—sebuah langkah signifikan yang memperkuat posisi Presiden Ahmed al-Sharya pasca-penggulingan mantan Presiden Bashar al-Assad pada 2024. Komandan utama SDF, Mazloum Abdi, juga dijadwalkan berada di Damaskus pada Senin untuk membahas implementasi kesepakatan gencatan senjata ini.

Provinsi Hasakah, tempat al-Shaddadi berada, sebagian besar masih berada di bawah kendali SDF, dengan sejumlah penjara menampung tahanan terkait ISIL dan kamp yang menampung ribuan mantan pejuang. Meskipun ISIL dikalahkan di Irak pada 2017 dan Suriah pada 2019, sel-sel tidur kelompok tersebut masih secara sporadis melakukan serangan mematikan di kedua negara.

Langkah militer Suriah di al-Shaddadi menandai eskalasi ketegangan baru di timur laut Suriah, sekaligus menunjukkan kerumitan hubungan antara pemerintah Suriah, pasukan Kurdi, dan sisa-sisa jaringan ISIL yang masih aktif.


Tinggalkan Komentar