telusur.co.id - Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama, Alfa Isnaeni menanggapi soal fenomena kemunculan Sunda Empire hingga kerajaan yang ramai beberapa waktu terakhir.
Dia mengatakan, Banser dengan tegas menolak kehadiran kerajaan tersebut, mengingat sikap NKRI harga mati merupakan prinsip yang harus dijunjung dengan kuat.
"Jika kehadirannya dalam rangka meneguhkan sikap berbangsa tertentu, tidak boleh," kata Alfa, Senin (20/1/20).
Pasalnya, kata dia, di negara ini hanya ada satu bangsa yaitu bangsa Indonesia dan praktis tidak ada bangsa yang lain, baik itu kerajaan atau "Sunda Empire".
Ia berharap pemerintah bersikap tegas terkait hal itu semua agar tidak berkembang di tengah-tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, dia juga mengajak anggota Banser dan Ansor untuk meneguhkan sikap keindonesiaan, yaitu UUD 45 dan NKRI, kemudian sikap ke-Islaman yang sesuai dengan ajaran kiai.
"Yakni Islam yang Rahmatan Lil Alamin, Islam yang tidak menjelek-jelekkan. Ini yang selalu kami kembangkan terus," pungkasnya.
Seperti diketahui, publik dikagetkan dengan munculnya kekaisaran Sunda Empire. Ramainya pembicaraan terkait Sunda Empire menyeruak setelah kegiatannya yang diduga digelar di Kota Bandung viral di Youtube, Facebook, Instagram dan sejumlah medsos lain.
Hal itu sontak menjadi sorotan publik khususnya Kota Bandung. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga ikut berkomentar. Disinggung adanya kekaisaran di Jawa Barat, Emil menyebutkan kelompok itu diduga mengalami stres.
"Ini banyak orang stres di republik ini. Banyak menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah ini, ternyata ada orang yang percaya juga jadi pengikutnya," ucap Emil, Jumat (17/1/20). [Tp]



