telusur.co.id - Pembangunan Dermaga dan Terminal Ajibata di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba dibangun dengan sejumlah fasilitas bagus, Ada lift, eskalator, AC dan faktor pendukung lainnya.
Sejumlah pihak menyebut, kalau bukan Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi Presiden, proyek pembangunan kawasan Danau Toba ini tidak akan berkembang, walau penghasilan dari 'Air Danau Toba berikut Flora dan Fauna' yang terkandung di dalamnya mampu menyedot Pendapatan Asli Daerah yang selama ini disedot pusat pada masa sebelum ini.
Seorang warga Ajibata B Sirait (55) mengatakan, secara kusus untuk pembangunan terminal dan kawasan lainnya di seputar Ibu Kota Kecamatan Ajibata membuat kawasan ini semakin memiliki kelas dibanding Kecamatan lain di seputar Danau Toba.
"Kami juga tidak menyangka terminal Ajibata ini memiliki, lift, eskalator, AC, tempat istirahat dan berlantai dua. Saya pikir sudah lumayan bagus, tinggal kelak para petugas di sini memberikan pelayanan yang lebih baik, sekaligus menjaga tatakrama," ujarnya, Sabtu (14/11/20).
Menurut Sirait, air danau toba ini memiliki 'jasa' yang luar biasa, diantaranya demi kepentingan industri Inalum, PLTA Asahan (Siguragura), belum lagi kayu dan jenis tanaman hutan lainnya yang sudah diproduksi PT Toba Pulp Lestari, lalu di permukaan air Danau Toba dipergunakan untuk perusahaan Ternak Ikan seperti PT Aquafarm, PT Japfa dan masyarakat sekitar membuat area Kerambah Jala Apung guna mendukung perekonomiannya. Semua itu memiliki andil penting dalam mendongkrak PAD seputar Danau Toba, Provinsi Sumut dan Pusat selama ini.
"Maka wajar kami menyampaikan terimakasih kepada Pak Jokowi yang telah membagi kue pembangunan sampai ke kawasan Danau Toba ini, termasuk daerah lainnya seperti Kabupaten Samosir, Humbahas, Taput, Karo dan Dairi," ujar Sirait. [Fhr]



