telusur.co.id -Kafe Bromo, restoran yang telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, memperkenalkan identitas baru bertajuk “The Soul of East Java”.
Identitas tersebut menjadi bagian dari transformasi Kafe Bromo untuk semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi kuliner yang mengangkat kekayaan cita rasa dan warisan budaya Jawa Timur. Konsep baru itu memadukan tradisi, kualitas bahan premium, teknik pengolahan modern, serta pengalaman bersantap dalam suasana yang tetap kental dengan cerita budaya Jawa Timur.
Transformasi Kafe Bromo tidak hanya diwujudkan melalui pembaruan pengalaman pelayanan, tetapi juga identitas visual, salah satunya melalui perubahan logo.
Logo baru Kafe Bromo mengambil inspirasi dari bunga edelweis yang melambangkan keabadian dan keindahan alam Jawa Timur. Pada bagian tengah terdapat satu titik bulat yang dikelilingi sembilan putik bunga. Elemen tersebut menggambarkan Gunung Bromo yang dikelilingi sembilan gunung lainnya di Jawa Timur.
Sementara itu, bentuk segitiga pada setiap putik terinspirasi dari siluet kayon dalam pewayangan. Bentuk tersebut juga merepresentasikan gunung dan pohon kehidupan sebagai simbol hubungan manusia dengan alam semesta.
Multi-Property General Manager Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Reza Aryawarman, mengatakan transformasi tersebut menjadi langkah penting bagi Kafe Bromo untuk memperkuat identitasnya sebagai destinasi kuliner yang merepresentasikan Jawa Timur.
“Selama lebih dari tiga dekade, Kafe Bromo telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner masyarakat Surabaya dan Jawa Timur. Hari ini kami membuka babak baru dengan identitas yang semakin mencerminkan karakter Jawa Timur, sekaligus memperkuat komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang autentik, berkualitas, dan berstandar internasional,” ujar Reza Aryawarman.
Melalui konsep baru tersebut, Kafe Bromo menghadirkan sekitar 55 menu yang merepresentasikan keberagaman kuliner Jawa Timur. Jumlah tersebut menjadi bagian dari konsep “lima dimensi cita rasa dan lima ekspresi warisan kuliner” yang menggambarkan keberagaman rasa, tradisi, teknik, bahan, serta cerita di balik kuliner Jawa Timur.
Sejumlah hidangan yang menjadi sajian unggulan di antaranya Rujak Cingur, Pecel Madiun, Rawon Surabaya, Ayam Lodho Trenggalek, Bebek Madura, serta berbagai jajanan tradisional khas Jawa Timur, termasuk Wingko Brulee.
Eksplorasi kuliner tersebut juga membawa tamu mengenal karakter lima kawasan budaya Jawa Timur. Mulai dari kawasan Mataraman di bagian barat Jawa Timur, yang mencakup wilayah Kediri hingga Madiun, kawasan Arek yang meliputi Surabaya hingga Malang, kawasan Tapal Kuda dari Pasuruan hingga Banyuwangi, kawasan Pesisir Pantura di bagian utara Jawa Timur, hingga Pulau Madura.
Executive Chef Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Husain Shahab, mengatakan konsep yang diusung Kafe Bromo tidak sekadar mempertahankan resep tradisional, tetapi juga memberikan interpretasi modern tanpa menghilangkan karakter asli setiap hidangan.
“Di Kafe Bromo, kami menghadirkan konsep Elevated East Java Cuisine, menghormati resep-resep yang diwariskan secara turun-temurun, kemudian menyempurnakannya melalui teknik memasak modern, kualitas bahan terbaik, dan standar hotel internasional. Kami ingin setiap hidangan tetap memiliki karakter Jawa Timur yang kuat, namun hadir dalam pengalaman yang lebih elegan dan berkelas,” ujar Husain Shahab.
Salah satu hidangan yang menjadi representasi konsep tersebut adalah Rujak Cingur. Sajian ikonik Jawa Timur itu tetap dipersiapkan dengan pendekatan tradisional, tetapi menggunakan bahan-bahan berkualitas yang diperoleh dari pemasok lokal.
Cingur sapi dimasak secara perlahan hingga menghasilkan tekstur yang lembut. Sayuran, buah, lontong, tahu, dan tempe dipilih untuk menjaga kesegaran hidangan.
Sementara itu, bumbu petis sebagai salah satu elemen utama Rujak Cingur dibuat menggunakan bahan pilihan dari kawasan pesisir Jawa Timur, kacang tanah, gula merah, cabai, bawang putih, serta pisang klutuk yang diulek hingga menghasilkan cita rasa kaya dan kompleks.
Penggunaan bahan dari pemasok lokal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kafe Bromo mendukung petani, produsen, dan pelaku usaha pemasok dari Jawa Timur.
Melalui “The Soul of East Java”, Kafe Bromo tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati hidangan, tetapi juga mengajak tamu mengenal lebih dekat keberagaman cita rasa, budaya, dan cerita yang membentuk identitas kuliner Jawa Timur.
Pengalaman kuliner dengan sekitar 55 pilihan menu tersebut dapat dinikmati dengan harga mulai dari Rp528.000++. Kafe Bromo juga menawarkan program Buy 1 Get 1 bagi tamu yang ingin menikmati sajian khas Jawa Timur dalam konsep baru tersebut.



