telusur.co.id - Presiden Jokowi memberikan himbauan dan larangan kepada para menterinya agar tidak melakukan rotasi dan gonta-ganti pejabat di posisi penting hingga pelantikan pemerintahan baru pada Oktober nanti.
Tapi, himbauan itu tak diindahkan oleh Menteri BUMN, Rini Sumarno. Rini melakukan perombakan dibeberapa pejabat di Bank BUMN. Salah satu yang terkena adalah Dirut BTN Maryono dan Dirut BNI Suprajarto.
Suprajarto tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ia dirotasi sebagai Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.
Namun, rotasi itu diklaim Suprajarto tidak melibatkan dirinya. Tidak diajak bicara mengenai posisi barunya tersebut.
“Saya ditetapkan sebagai Direktur Utama Bank Tabungan Negara di mana saya tidak pernah diajak bicara mengenai penetapan ini sebelumnya apalagi diajak musyawarah,” ungkapnya.
Karena merasa tidak dilibatkan, Suprajarto lebih memilih mengundurkan diri dari Direktur Utama BTN. “Keputusan RUPSLB atas penetapan ini saya tidak dapat menerima keputusan itu, dan saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari hasil keputusan RUPSLB BTN,” kata Suprajarto.
Disinggung mengenai hubungannya ke Rini, Suprajarto mengakui tidak ada masalah termasuk dengan Menteri BUMN. “Saya nggak pernah ada persoalan dengan siapapun,” katanya. [Ham]



