Tiga Pesan Ganjar Pranowo Kepada Warga dan Kelompok Tani Usai Diberi Sertifikat Tanah - Telusur

Tiga Pesan Ganjar Pranowo Kepada Warga dan Kelompok Tani Usai Diberi Sertifikat Tanah


telusur.co.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan tiga pesan kepada warga dan kelompok tani penerima sertifikat tanah di Desa Gabusan, Kabupaten Blora pada Jumat (10/3/2023).

Ganjar yang mendampingi Presiden RI Joko Widodo pada acara penyerahan sertifikat tanah berharap para penerima sertifikat bisa segera memanfaatkan lahan dengan baik dan mengatasi konflik pertanahan sekitar hutan di Wonorejo, Cepu.

"Alhamdulillah bisa selesai karena Pak Bupati kemarin segera nulis surat, kita juga mempercepat, dan respon ATR/BPN juga cepat," ucap Ganjar dalam sambutannya.

Ganjar berpesan kepada para penerima sertifikat tanah, SK Perhutanan Sosial, dan TORA di Jawa Tengah, untuk memanfaatkan lahan tersebut untuk kegiatan produktif. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut.

"Masyarakat kan bisa mengakses, akseslah dengan baik untuk menumbuhkan ekonomi," ujarnya.

Selain itu, Ganjar juga menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini Perhutani, akan terus mendampingi masyarakat dan kelompok tani untuk mengembangkan lahan yang mereka miliki.

"Ketiga tentu saja konservasinya jangan lupa, sehingga dari sisi tutupan dan lahan yang digunakan untuk kebutuhan ekonominya, bisa dipadukan," tandasnya.

Presiden Jokowi juga hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan kebahagiaannya karena konflik tanah yang terjadi di Blora sejak 1947, bisa diselesaikan pada tahun ini. Dari total 1.160 penerima sertifikat tanah, sebanyak 1.043 di antaranya sudah menerima sertifikat.

"Sertifikat tersebut adalah Hak Guna Bangunan (HGB) di atas HPL milik Pemda. Jokowi mengatakan, sertifikat itu berlaku 30 tahun, dan bisa diperpanjang hingga 20 tahun, kemudian diperbarui 30 tahun lagi," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan kepada para penerima sertifikat tanah untuk memanfaatkan lahan tersebut dengan baik dan tidak ditelantarkan. Lahan tersebut bisa ditanami jagung dan Jati, jagung dan mahoni, atau jenis tanaman lainnya yang sesuai dengan kondisi wilayah tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri ATR RI/BPN Hadi Tjahjanto dan Wamen ATR RI/BPN Raja Juli Antoni, Menteri LHK RI Siti Nurbaya Bakar, Menseskab RI Pramono Anung, Bupati dan Forkopimda Blora, serta sejumlah kepala daerah di Jateng dan Jatim.[]


Tinggalkan Komentar