telusur.co.id - Langkah pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka menargetkan pemulihan perekonomian akibat pandemi covid-19 terus dilakukan.
Kali ini Kementerian BUMN membuat terobosan dengan cara kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah.
Menteri BUMN Erick Thohir langkah itu merupakan satu hal baik untuk kemajuan. Ia memaparkan beberapa program-program BUMN yang dapat disinergikan dengan para pengusaha di Jawa Barat.
Dikatakan Erick Thohir, pada 2045, Indonesia harus siap menghadapi lima tren disrupsi global di antaranya, geoekonomi, demografi, lingkungan, teknologi dan kesehatan.
"Harapannya, dari pertemuan yang singkat ini akan menjadi awal yang baik untuk terus melahirkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah melalui Kementerian BUMN dan pengusaha di Jawa Barat," kata Erick dalam siaran pers yang diterima, Senin (25/4/22) .
Selain itu, memiliki latar belakang sebagai pengusaha, Erick Thohir juga menyampaikan beberapa poin parameter kunci untuk bisnis yang berkelanjutan.
Seperti, ia meminta para pengusaha harus peka terhadap nilai dan dinamika pasar, perlu inovasi dan transformasi digital yang berkelanjutan, serta memiliki manajemen neraca keuangan yang sehat.
Selain itu, Erick juga menyampaikan berbagai upaya pemerintah melalui program-program Kementerian BUMN untuk mendukung ekosistem wirausaha di Indonesia.
Di antaranya program peningkatan kemudahan akses layanan pendanaan yang terintegrasi serta peningkatan kapasitas pengusaha Muslim melalui beberapa Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).
BUMN juga memberikan dukungan pendanaan dan investasi di startup company dan pembangunan infrastruktur guna mendukung industri pariwisata setempat, kata dia.
Kesempatan tersebut, dimanfaatkan juga oleh para pengusaha di Jawa Barat untuk berdialog secara langsung dengan Menteri Erick Thohir serta mendengarkan langsung program-program BUMN yang dapat disinergikan dengan para pengusaha di Jawa Barat dalam rangka pemulihan ekonomi.
Diketahui kementerian BUMN menggelar acara pertemuan dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar.
Erick berdialog dengan 150 pengusaha yang berasal dari 25 asosiasi/organisasi dan pelaku UMKM di Jawa Barat seperti Kadin, BPP Hipmi dan BPC Hipmi dari 27 kabupaten/kota.[iis]



