telusur.co.id -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kesiapan Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Rabu (4/2), menjelang pelaksanaan rangkaian kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan seluruh aspek teknis dan lapangan berjalan aman serta nyaman bagi para Nahdliyin yang diprediksi akan hadir dari berbagai penjuru tanah air. Momentum ini menjadi krusial mengingat acara yang dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Februari 2026 tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam kunjungannya, Khofifah memeriksa secara mendetail kesiapan sarana dan prasarana utama, mulai dari pengaturan alur jemaah dan aksesibilitas hingga aspek keamanan peserta. Mantan Menteri Sosial tersebut menegaskan bahwa kenyamanan tamu adalah prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah.
“Insya Allah Bapak Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan hadir. Dan diperkirakan lebih seratus ribu warga Nahdliyin juga akan menyatu di sini. Sehingga sebagai tuan rumah, kita ingin para tamu bisa nyaman dan aman selama berjalannya acara,” ujar Khofifah di sela-sela peninjauannya.
Tak hanya fokus pada area stadion, Gubernur Khofifah juga menyisir sejumlah titik yang disiapkan sebagai lokasi transit bagi para jemaah. Beberapa lokasi strategis yang disiapkan antara lain Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Jalan Kawi, serta sejumlah gedung SMA dan SMK negeri di Kota Malang.
Lokasi-lokasi ini dinilai sangat vital dalam mendukung kelancaran mobilisasi massa dan memastikan peserta memiliki tempat beristirahat yang layak. Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim memberikan dukungan penuh agar peringatan satu abad organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dapat terlaksana secara optimal.
Lebih dari sekadar seremoni, Khofifah memaknai Mujahadah Kubro 1 Abad NU sebagai sebuah "ketukan pintu langit". Menurutnya, berkumpulnya ratusan ribu orang dalam satu niat merupakan ikhtiar batiniah untuk memohon perlindungan bagi bangsa. Doa-doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi ungkapan syukur sekaligus permohonan agar perjalanan NU, Jawa Timur, dan Indonesia senantiasa dinaungi keberkahan.
“Mujahadah Kubro ini adalah ikhtiar batiniah yang sangat penting. Kita berharap doa-doa yang dipanjatkan bersama dapat menguatkan ikhtiar lahiriah dalam mewujudkan Jawa Timur dan Indonesia yang aman, damai, serta penuh keberkahan,” ungkapnya.
Bagi Khofifah, momentum satu abad ini juga menjadi refleksi atas kontribusi besar NU dalam menjaga persatuan bangsa dan menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Melalui kegiatan ini, diharapkan dimensi spiritual warga Nahdliyin semakin kuat, sekaligus meneguhkan peran NU dalam menjaga keutuhan bernegara.
Menutup peninjauannya, ia mengapresiasi sinergi yang terjalin erat antara PWNU Jawa Timur, Pemerintah Provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Ia optimistis koordinasi yang kuat menjadi kunci suksesnya acara yang khidmat.
“Alhamdulillah Bapak Presiden Insya Allah direncanakan akan hadir. Semoga Mujahadah Kubro ini membawa keberkahan bagi Jawa Timur, bagi NU, dan bagi Indonesia secara keseluruhan,” pungkas Khofifah.



