telusur.co.id -Terminal Petikemas (TPK) Berlian membekali Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan pelatihan Basic Life Support (BLS) serta penyegaran aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif perusahaan dalam membangun dan memperkuat budaya K3 bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya TKBM yang bekerja di lingkungan dengan potensi risiko tinggi.
Pelatihan yang dilaksanakan pada 20 Januari 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TPK Berlian dan para pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional yang berlangsung mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026, sejalan dengan tema tahun ini, “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”
Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin, menegaskan bahwa Bulan K3 Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen keselamatan kerja di lingkungan terminal.
“Bulan K3 Nasional 2026 menjadi momentum bagi kami untuk memastikan bahwa keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan atau slogan, melainkan budaya yang melekat pada setiap individu di lingkungan kerja TPK Berlian,” ujar Burhanudin dalam sambutannya.
Dalam pelatihan tersebut, para TKBM dibekali pengetahuan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, antara lain pemahaman kebijakan dan prosedur keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang benar, serta standardisasi sinyal tangan Commander TKBM sesuai dengan standar ISO OHSAS 18001. Standar tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten saat memandu operator alat bongkar muat, baik di kapal maupun di area dermaga.
Selain aspek keselamatan kerja, peserta juga mendapatkan pelatihan Basic Life Support (BLS) sebagai keterampilan dasar dalam pemberian pertolongan pertama. Pelatihan ini bertujuan agar TKBM mampu merespons kondisi darurat dengan cepat dan efektif, sehingga dapat meminimalkan dampak kecelakaan di area kerja.
“Kami menyadari bahwa penerapan budaya K3 membutuhkan kolaborasi nyata dari seluruh pekerja yang berada di area TPK Berlian untuk meminimalkan risiko kerja dan mencapai target zero accident,” lanjut Burhanudin.
Pada kesempatan yang sama, TKBM juga dibekali pemahaman mengenai Corporate Life Saving Rules (CLSR) sebagai pedoman penerapan kebijakan K3 di setiap unit kerja. CLSR mencakup lima prinsip utama, yakni identifikasi bahaya dan risiko, penerapan standar dan prosedur kerja, penggunaan alat pelindung diri, kompetensi sarana dan prasarana, serta penetapan K3 sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas kerja.
Burhanudin berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keselamatan dan produktivitas kerja di lingkungan TPK Berlian.
“Harapan kami, seluruh TKBM di TPK Berlian dapat meminimalkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan memastikan operasional terminal berjalan dengan aman, sehingga mendukung keberlanjutan usaha dan produktivitas,” tutupnya.




