telusur.co.id -PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), resmi meluncurkan inovasi digital Mechanic Smart Assistant (MSA), sebuah platform berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mempercepat proses diagnosis fault code dan event code pada peralatan operasional, seperti Rubber Tyred Gantry (RTG), Container Crane (CC), dan Mechanical Equipment (ME).
Peluncuran MSA dilakukan dalam rangkaian Expo Inovasi SPTP yang digelar pada Jumat (24/1) di Lobby Pelindo Place Office Tower, Surabaya. Inovasi besutan TPS ini berhasil masuk enam besar (The Best Six) dari total 30 nominasi inovasi terbaik di lingkungan SPTP Group.
Kehadiran MSA menjadi langkah strategis TPS untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan potensi kerugian akibat downtime alat. Selama ini, mekanik membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 menit untuk menelusuri arti kode gangguan melalui buku manual atau basis data yang terpisah. Kondisi tersebut menimbulkan inefisiensi waktu hingga 6,45 jam per bulan, dengan estimasi potensi kerugian mencapai Rp354,6 juta per tahun.
MSA dikembangkan berangkat dari pengalaman langsung para mekanik di lapangan yang kerap menghadapi berbagai gangguan teknis secara bersamaan. Platform ini memungkinkan mekanik mengakses informasi teknis alat secara cepat melalui perangkat mobile maupun komputer.
“Mekanik sering mengalami kesulitan dalam mencari arti kode gangguan. MSA mempermudah proses itu menjadi jauh lebih cepat,” ujar Sukarsono, Leader Shift Group D RTG TPS.
Dengan pemanfaatan MSA, waktu diagnosis gangguan kini dapat dipangkas menjadi kurang dari dua menit. Selain meningkatkan kecepatan penanganan, inovasi ini juga mendukung percepatan learning time mekanik, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital. Proses pembelajaran yang sebelumnya memerlukan waktu lebih dari enam bulan kini dapat dipersingkat menjadi kurang dari tiga bulan.
MSA diproyeksikan menjadi bagian integral dari transformasi digital TPS, khususnya dalam standardisasi proses Preventive Maintenance dan Predictive Maintenance. TPS telah menyusun roadmap pengembangan MSA dalam empat tahap. Tahap pertama berlangsung selama 3–6 bulan untuk implementasi awal pada RTG dengan fitur chatbot dan basis data terbatas. Tahap kedua, yakni pengembangan produk lengkap selama 6–12 bulan, difokuskan pada penguatan knowledge base dan peningkatan fitur diagnosis. Tahap berikutnya adalah roll out dalam rentang 1–3 tahun untuk ekspansi ke RTG, CC, dan ME dengan kapasitas server yang lebih besar. Tahap akhir berupa komersialisasi direncanakan dalam 3–5 tahun untuk implementasi lebih luas di lingkungan Pelindo Group serta pengembangan potensi bisnis.
Dalam pengembangannya, TPS juga memperhitungkan mitigasi risiko, seperti potensi kesalahan interpretasi data, validasi solusi, serta kebutuhan standardisasi knowledge base. Sistem MSA dirancang menggunakan teknologi AI mutakhir berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk meminimalkan tingkat kesalahan.
Implementasi MSA memberikan berbagai manfaat strategis, antara lain pengurangan downtime alat, percepatan proses perbaikan, standarisasi langkah troubleshooting, dokumentasi solusi secara digital, dukungan terhadap Predictive Maintenance, serta peningkatan akurasi dan konsistensi pengambilan keputusan teknis.
Selain itu, platform ini dinilai mudah direplikasi dan berpotensi menjadi model pengembangan teknologi di lingkungan Pelindo Group. MSA merupakan hasil kolaborasi antara mekanik dan tenaga ahli teknologi informasi TPS, yang dikembangkan oleh tim Aris Setya Yuwana, Dodo Kresno, Zeffry Bagus, Agus Triyono, dan Ikhsan Efendi. Platform ini dirancang sebagai “pendamping digital” bagi mekanik dalam mempercepat proses perbaikan peralatan.
Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Perusahaan TPS, Adhi Kresna Novianto, menyampaikan bahwa peluncuran Mechanic Smart Assistant merupakan langkah penting dalam mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan keandalan operasional terminal.
“MSA tidak hanya menjawab kebutuhan teknis di lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen TPS untuk mengembangkan budaya kerja yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi. Dengan integrasi kecerdasan buatan, kami memastikan mekanik memiliki akses cepat terhadap informasi teknis yang akurat dan terstandar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan MSA masuk dalam jajaran The Best Six inovasi SPTP Group menjadi bukti bahwa inovasi ini relevan dan memiliki potensi pengembangan yang luas.
“Kami optimistis MSA dapat direplikasi di unit Pelindo Group lainnya serta menjadi model pengembangan teknologi yang mendukung produktivitas dan keselamatan kerja. TPS akan terus mendorong inovasi yang memberikan dampak langsung bagi pelanggan dan pemangku kepentingan,” tambahnya.
Melalui kehadiran MSA, TPS menegaskan komitmennya untuk menghadirkan operasional terminal yang lebih efisien, aman, dan berdaya saing di era digital.



