telusur.co.id - Salah satu perusahaan rintisan atau startup dari program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM yakni Transfree yang merupakan tenant Cubic Startup Incubator di Jawa Barat, ikut meramaikan ajang pertemuan investor dengan pengusaha yaitu Indonesia Fund Festival (IFF) 2021.
Transfree merupakan startup yang bergerak dalam bidang layanan transfer uang (remittance) antar negara asal Indonesia. Transfree memberikan pelayanan gratis biaya pengiriman uang ke beberapa negara. Saat ini, dalam tahap ekspansi untuk memperluas pasar.
Chief Executive Officer (CEO) Transfree, Crisman Wise Patuan Silaban menjelaskan, bisnis ini tercetus berdasarkan dari pengalaman pribadinya ketika menempuh pendidikan di Inggris.
"Saya menyadari bahwa mengirim uang dari Indonesia ke luar negri, ternyata tidak mudah. Belum lagi kala itu, opsi yang tersedia masih sangat sedikit dan dengan biaya yang mahal," ujar Crisman, dalam persnya, Sabtu (11/12/21).
Atas kendala tersebut, dirinya ingin memberikan solusi yang mudah, cepat, dan bisa digunakan oleh para pelajar asal Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri.
Ketika pulang ke Indonesia, Crisman membentuk badan hukum usahanya, yakni PT Pelita Transfer Nusantara.
"Setelah kembali ke Indonesia, secara resmi saya mendirikan Transfree dengan nama PT Pelita Transfer Nusantara di Jakarta, dengan tujuan untuk menjembatani transaksi keuangan antara Indonesia dengan dunia," kata Crisman.
Berkembang Pesat
Secara perizinan, Transfree juga telah mendapatkan perizinan dari Bank Indonesia (BI) sebagai perusahaan fintech yang resmi dan bisa melayani masyarakat dalam hal pengiriman uang.
Transfree juga dipercaya oleh Kementrian Riset Teknologi untuk mewakili Indonesia dalam kegiatan Co-Incubation di Yerevan Armenia pada 2019 silam. Pernah juga menjadi juara pertama dalam kegiatan entrepreneur summit Kementrian Keuangan (LPDP).
Bahkan, saat ini Transfree telah mampu melayani pengiriman uang lebih dari 40 negara, dan memiliki lebih dari 50.000 customer terdaftar di berbagai belahan dunia.
Pesatnya perkembangan bisnis Transfree, Crisman menyadari tak mudah dalam membangun bisnis ini. Bermodal Rp 700 juta, Crisman merancang, melakukan riset dan development produk bisnisnya agar bisa bersaing, serta mendapat tempat di hati konsumen.
"Kita tahu bahwa dalam merintis usaha, pasti ada banyak masalah dan tantangan. Perjalanan tidak akan selalu mudah. Tetapi, karena itu lah kita disebut pengusaha," tegasnya.
Bisnis pengiriman uang yang dijalankan tentu tak mudah. Ada kepercayaan konsumen dan reputasi perusahaan yang harus dijaga dengan baik. Salah satunya dengan melakukan keamanan data uang yang dikirimkan.
"Kami memperhatikan sisi keamanan baik dari sisi internal yaitu Know Your Employee dengan SOP yang ketat untuk memastikan kemananan data dan transaksi.
Dari sisi eksternal, kami bekerjasama dengan mitra yang remsi dan berizin untuk menjamin dana yang ditransaksikan aman," papar Crisman.
Optimis Raih Pendanaan Investor
Dengan mengikuti ajang IFF 2021, Crisman berharap Transfree mendapatkan akses ke investor untuk mendapat pendanaan. Pendanaan ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis, juga memperluas jaringan pengiriman uang dari berbagai negara.
Dengan mengikuti ajang IFF 2021, Transfree juga dapat memperluas networking bisnis baik dari kalangan pengusaha, investor, maupun pemerintahan.
"Disamping itu juga untuk menjalin relasi ke Kementerian Koperasi dan UKM, serta LPDB-KUMKM secara khusus karena Transfree akan banyak membantu dan berkolaborasi pelaku UMKM dalam hal pembayaran ekspor impor serta layanan lainnya," tutup Crisman.[Fhr]



