telusur.co.id - Oleh : Dr. Ir. Firman Arifin, S.T., M.T.
Tema resmi Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun ini adalah:
“Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”
Kalimatnya sederhana.
Namun jika direnungkan lebih dalam, maknanya sangat besar.
Dalam dunia teknologi, kita mengenal istilah source code.
Kumpulan instruksi dasar yang menentukan bagaimana sebuah sistem akan berjalan.
Jika source code ditulis dengan baik, sistem akan stabil, aman, dan bermanfaat.
Tetapi jika source code sejak awal penuh kesalahan, maka sistem besar pun akan mudah bermasalah.
Dan sesungguhnya,
tunas bangsa itu adalah source code masa depan negara.
Generasi muda hari ini bukan sekadar penerus.
Mereka adalah fondasi awal dari arah bangsa ke depan.
Cara mereka berpikir.
Cara mereka belajar.
Cara mereka memandang ilmu, tanggung jawab, kejujuran, kesopanan dan perjuangan.
Semua itu sedang “ditulis” hari ini.
Karena itu menjaga tunas bangsa bukan sekadar urusan sekolah.
Bukan sekadar urusan kampus.
Dan bukan hanya tugas pemerintah.
Tetapi tugas bersama.
Orang tua menanamkan karakter.
Guru menanamkan ilmu.
Lingkungan menanamkan budaya.
Kampus menguatkan kompetensi dan integritas.
Negara menjaga arah dan keadilannya.
Dalam analogi teknik, generasi muda adalah tahap input dari sistem besar bernama bangsa.
Jika input awalnya baik, maka proses pembangunan akan lebih mudah menghasilkan output yang kuat.
Tetapi jika sejak awal rusak, maka secanggih apa pun teknologi dan infrastrukturnya akan sulit menghasilkan masa depan yang berkualitas.
Karena bangsa besar tidak hanya dibangun dengan gedung tinggi.
Tidak hanya dengan teknologi canggih.
Tidak hanya dengan kekayaan sumber daya.
Tetapi juga dibangun oleh manusia-manusia yang memiliki karakter kuat, ilmu yang benar, dan semangat memberi manfaat.
Hari ini mungkin kita tidak lagi mengangkat bambu runcing di medan perang.
Namun perjuangan belum selesai.
Hari ini perjuangan itu berubah bentuk.
Ada yang berjuang melawan kebodohan.
Ada yang berjuang melawan kemalasan.
Ada yang berjuang menjaga integritas di tengah godaan.
Ada yang berjuang memastikan ilmu dan teknologi benar-benar membawa manfaat bagi bangsa.
Karena kedaulatan negara hari ini tidak hanya dijaga oleh senjata.
Tetapi juga dijaga oleh pendidikan.
Oleh inovasi.
Oleh persatuan.
Dan oleh akhlak anak bangsanya.
Maka Hari Kebangkitan Nasional seharusnya bukan hanya menjadi seremoni tahunan.
Tetapi momentum untuk bertanya pada diri sendiri:
“Source code seperti apa yang sedang kita tanam untuk masa depan bangsa ini?”
Sebab bangsa ini sebenarnya tidak kekurangan orang pintar.
Yang dibutuhkan adalah lebih banyak orang yang mau tumbuh sekaligus menumbuhkan.
Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2026.
Mari menjaga tunas bangsa.
Karena mereka adalah source code masa depan negara.
*Penulis adalah Dosen dan Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Alumnus ITS93 Teknik Elektro, dan Penggagas Ekowisata Mangrove bersama masyarakat Gunung Anyar Tambak, Surabaya pada tahun 2010.



