telusur.co.id - Penutupan Musyawarah Besar ( MUBES) Ormas Pemuda Pancasila X , yang bertempat di Hotel Sultan dilakukan Wapres K.H Ma'ruf Amin. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membuka Mubes pada Sabtu (26/10). Dalam acara tersebut juga sekaligus penyerahan Kartu tanda anggota kehormatan dan kartu anggota luar Biasa kepada Presiden RI Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.
“Dengan diterimanya kartu tanda anggota Pemuda Pancasila tersebut, maka Bapak Presiden Joko widodo dan Bapak Mar’uf Amin telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemuda Pancasila. Sehingga dengan demikian, kami kami secara organisasi ikut bertanggung jawab menjaga Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin,” tegas Ketua Japto Umum Pemuda Pancasila Soerjoesoemarno.
Bamsoet selaku Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini berharap para kader Pemuda Pancasila dapat memaksimalkan terkait dengan MoU dengan Kementerian Koperasi dan UKM, misalnya, harus dimaksimalkan untuk memberdayakan masyarakat kecil menjadi mandiri secara ekonomi.
“Dengan jumlah kader mencapai 3 juta serta jangkauan Pemuda Pancasila yang menembus hinga ke pelosok desa terpencil, bisa menjadi motor penggerak bagi pengembangan koperasi dan UKM. Sehingga, jargon koperasi dan UKM sebagai soko guru perekonomian nasional benar-benar bisa terwujud secara nyata. Dengan demikian kontribusi koperasi dan UKM terhadap produk domestik bruto bisa lebih dari 5 persen,” tutur Bamsoet.
Bamsoet juga menyoroti masih sedikitnya pertumbuhan koperasi di Indonesia. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukan, per tahun 2018 jumlah koperasi yang sudah direformasi secara total melalui program Online Database System (ODS) mencapai 138.140 unit usaha. Sedangkan pelaku usaha UKM mencapai 58,97 juta orang.
“Dengan dukungan Pemuda Pancasila, bukan hanya jumlahnya yang bertambah melainkan juga kualitasnya yang meningkat. Minimal, koperasi dan UKM bisa go digital, sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini yang semuanya bergerak dalam digitalisasi. Sehingga juga bisa memperluas pangsa pasar,” tandas Bamsoet.
Terkait kerjasama dengan BNPB, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mendorong kader Pemuda Pancasila bisa menjadi garda terdepan dalam memasyarakatkan warga siaga bencana. Termasuk menjadi penyelamat maupun tim SAR apabila bencana datang menimpa suatu daerah.
“Kiprah kader Pemuda Pancasila sudah teruji di berbagai medan. Semangat gotong royong yang menjadi nilai kepribadian setiap kader sesuai jati diri Pancasila, menjadi modal utama dalam menanggulangi bencana. Siap ditempatkan kapanpun menghadapi medan sesulit apapun,” pungkas Bamsoet. [asp]
Laporan : Asep Subekti



