telusur.co.id - Peristiwa penghinaan terhadap Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di Surabaya ternyata mendapat sorotan kecaman keras dari salah satu warga Rengasdengklok, Jejen. Menurutnya, lontaran ucapan yang tidak pantas tersebut sangat tidak pantas dilontarkan, Kamis (01/10/20).
Jejen merasa sakit hati atas lontaran atau ucapan yang tidak pantas kepada seorang yang pernah menjabat Panglima TNI. "Saya warga Rengasdengklok tapi bukan anak TNI, tapi saya sakit hati ketika Pak Gatot dibilang anjing anjing," kata Jejen di lapangan tugu Proklamasi Rengasdengklok.
Lanjutnya, Perjuangannya untuk membela Jenderal (Purng) Gatot Nurmantyo bukan untuk kepentingan pribadi namun untuk kepentingan Negara Republik Indonesia yang lebih besar dan lebih maju. "Perjuangan saya membela Pak Gatot untuk kepentingan negara yang lebih besar dan lebih maju," jelasnya.
Diakhir kalimatnya, Jejen memberikan semangat dan berteriak memberikan semangat kepada KAMI Karawang maupun di luar Kabupaten Karawang. "Hidup pak Gatot! hidup pak Gatot! Hidup pak Gatot!" pungkasnya. [ham]



