telusur.co.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Zulfikar Hamonangan, menyoroti semakin terpuruknya pedagang kecil akibat maraknya penjualan produk murah secara online dan derasnya impor barang, khususnya pakaian.
Hal tersebut disampaikan Zulfikar dalam Rapat Komisi VI DPR RI dengan Pemerintah, Rabu (4/2), di Kompleks Parlemen, Senayan.
Legislator dari Partai Demokrat ini mencontohkan kondisi Pasar Tanah Abang yang kini semakin sepi, padahal sebelumnya menjadi barometer aktivitas ekonomi rakyat.
Menurutnya, melemahnya Tanah Abang mencerminkan ketidakseimbangan kebijakan perdagangan nasional.
“Dulu Tanah Abang penuh pedagang dan pembeli dari seluruh Indonesia. Sekarang sepi. Kalau Tanah Abang sepi, artinya ekonomi rakyat sedang tidak baik-baik saja,” kata Zulfikar.
Ia menilai pemerintah perlu membatasi jenis dan harga produk yang boleh dijual secara online, khususnya produk kebutuhan dasar masyarakat.
Zulfikar mengusulkan agar penjualan online dibatasi untuk barang dengan harga tertentu, sehingga transaksi barang murah tetap menggerakkan pedagang kecil dan pasar tradisional.
“Produk-produk murah jangan semuanya dijual online. Harus ada keberpihakan kepada pedagang kecil agar ada keadilan ekonomi,” tegasnya.
Zulfikar juga mengkritik masuknya produk impor murah dan pakaian bekas, yang dinilai semakin memukul pelaku usaha mikro dan kecil di dalam negeri.
Ia meminta Kementerian Perdagangan melakukan pendataan dan pengendalian ketat terhadap produk yang dipasarkan secara daring.
“Kita cinta negara ini, tapi jangan sampai kebijakan justru menyulitkan rakyat kecil. Negara harus hadir menciptakan keseimbangan,” ujarnya. [ham]



