UNAIR Dorong Kolaborasi Sejarah dan Kedokteran Lewat Konferensi Internasional HOMI

by Arianto Deni |
UNAIR Dorong Kolaborasi Sejarah dan Kedokteran Lewat Konferensi Internasional HOMI
Universitas Airlangga (UNAIR) gelar International Conference on the History of Medicine in Indonesia (HOMI). Foto: Istimewa.

Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong penguatan kolaborasi lintas disiplin untuk memahami perjalanan sejarah sekaligus perkembangan ilmu kesehatan di masa depan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui International Conference on the History of Medicine in Indonesia (HOMI) yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan peserta dari berbagai latar belakang keilmuan.

Mengusung tema “Crossroads of Healing: Indonesia in Global Medical Networks”, konferensi tersebut membahas keterkaitan antara sejarah, budaya, dan perkembangan ilmu kedokteran.

HOMI menghadirkan Guru Besar Sejarah dan Filsafat Ilmu Pengetahuan University of Sydney, Hans Pols. Konferensi secara resmi dibuka oleh Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin.

Turut hadir Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR Syahrur Marta Dwi Susilo, S.S., M.A., Ph.D.; Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG, Subsp. Urogin-RE; serta Kaprodi Departemen Ilmu Sejarah, Johny Alfian Khusyairi, S.S., M.A.

Dalam sambutannya, Prof. Madyan mengatakan perkembangan layanan kesehatan tidak pernah berdiri sendiri. Perjalanan pengetahuan medis terus bergerak melintasi batas wilayah dan menghubungkan berbagai peradaban, komunitas, serta generasi.

“Tema konferensi ini menyoroti pemahaman penting bahwa perkembangan layanan kesehatan tidak pernah berdiri sendiri. Sepanjang sejarah, pengetahuan medis telah melintasi batas wilayah, menghubungkan peradaban, komunitas, dan generasi,” ujarnya.

Prof. Madyan menjelaskan Indonesia memiliki posisi unik sebagai persimpangan berbagai tradisi pengobatan. Sejarah medis Indonesia, kata dia, terbentuk melalui pertemuan antara kearifan lokal dan berbagai pengaruh dari dunia global.

“Indonesia merepresentasikan persimpangan unik dalam tradisi pengobatan. Sejarah medis kita dibentuk oleh interaksi antara kearifan lokal dan berbagai pengaruh global yang menghasilkan warisan pengetahuan, praktik, dan pengalaman yang kaya,” jelasnya.

Menurut Prof. Madyan, memahami perjalanan sejarah kesehatan tidak hanya penting untuk menghargai masa lalu. Pengetahuan tersebut juga dapat memberikan wawasan dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang muncul pada masa kini dan masa mendatang.

Ia menilai tantangan kesehatan global semakin kompleks. Perkembangan penyakit, persoalan kesehatan masyarakat, hingga ketimpangan akses terhadap layanan kesehatan membutuhkan kerja sama yang tidak terbatas pada satu disiplin ilmu maupun satu negara.

Karena itu, pertemuan perspektif dari bidang kedokteran, humaniora, sejarah, dan ilmu sosial dinilai penting untuk membangun pemahaman mengenai kesehatan secara lebih komprehensif.

Prof. Madyan menyebut HOMI sebagai salah satu bentuk kolaborasi interdisipliner yang membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan gagasan.

Ia berharap konferensi tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi juga dapat melahirkan gagasan baru serta memperkuat jejaring akademik dan kerja sama penelitian.

“Melalui diskusi yang bermakna dan pertukaran pengetahuan, kami berharap forum ini dapat menghasilkan gagasan baru, memperkuat jejaring akademik, dan menginspirasi kolaborasi penelitian di masa depan,” tuturnya.

Prof. Madyan menegaskan komitmen UNAIR untuk terus mendorong kerja sama akademik internasional serta mendukung berbagai inisiatif yang mempertemukan ilmu pengetahuan, budaya, dan masyarakat.

“Bagi kami, pengetahuan menjadi lebih bermakna ketika pengetahuan tersebut berkontribusi pada peningkatan kualitas kehidupan manusia,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Departemen Ilmu Sejarah FIB dan Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi FK UNAIR yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan HOMI.

Apresiasi turut disampaikan kepada seluruh akademisi, peneliti, dan peserta yang berkontribusi dalam konferensi tersebut.

Prof. Madyan berharap HOMI dapat menjadi ruang produktif untuk bertukar gagasan, membangun kemitraan, serta memperluas pemahaman bersama mengenai perjalanan sejarah dan perkembangan masa depan kedokteran.

Konferensi tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara perspektif sejarah dan ilmu kesehatan untuk melihat bagaimana pengetahuan medis terbentuk, berkembang, dan terus beradaptasi menghadapi perubahan masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Ethel

Erotic fashion designPorno horror filmsCam free live naked nude web xxxIdentfy white breasted birdSex hurts girlFree hairy porn videoHemorrhoids in the vaginaBox ice information vintage xnxx Spring models tgpFemale bondage and disciplineAdult footed pajama pantBreast cancer caused by hormonesAmatuer porn horny xxx milf bsdsCock free gay hard picturePreparing your pussy for sexHot women naked in publicWide open cunt redtube https://xvideostube.cc/ Escorts lancashireMsi make me cum lyricsJapan breast sexCumming clitRecessed facial tissue dispenser home depotOhio cheerlead uniform adultNude remix nude sections radioheadHairy bollocksTeen sex stories with pics xnxx Howard stern 1 800 9 assholeSalma hayek sex vdsFemale escort in vaRun aways fuckedEbony fat porn slutHome made emo babe blowjobsCamp nudist photo teenSkinny wife sexSexy asian game showsUniversity of calgary adult educationDr frame breastWife sex at partyGay chubby twinsExtrait video adultSmall teen handjob tubeLasvegas adult3d black pornoHow to have sex step by stepShemale dick suck moviesBaghdad amateurRocky patel vintage 1990 perfecto Feel free to surf to my website: <a href="https://duckduckgo.com/?739180">homepage</a>

Komentar

Berita Terkait