Status sebagai mantan pemain ternyata tidak menghapus naluri kompetitif Thierry Henry dan para legenda Arsenal serta Manchester United (MU).
Meski tampil dalam laga bertajuk Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns, semangat untuk mengalahkan rival lama tetap terasa hingga pertandingan berakhir.
Arsenal Legends akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 atas MU Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Thierry Henry mengakui pertandingan awalnya berlangsung santai dan bersahabat. Namun, suasana tersebut perlahan berubah ketika kedua tim semakin dekat dengan akhir laga.
"(Pertandingan) Tidak juga menyenangkan. Kalian bisa melihatnya sendiri. Pada akhirnya, semua orang ingin menang," ujar dia dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Legenda berkebangsaan Prancis itu menyebut, atmosfer pertandingan juga diperkuat oleh dukungan suporter di tribun.
Nyanyian pendukung MU terdengar sejak awal laga, sebelum suporter dari sisi lain stadion ikut meramaikan dukungan ketika Arsenal Legends mulai mencetak gol.
Bagi Henry, suasana tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman bermain di Jakarta.
Dia merasa senang bisa menyaksikan para pemain kembali turun ke lapangan, sekaligus menjalani pengalaman berbeda sebagai pelatih.
Henry juga mengaku memberikan pesan sederhana kepada para pemain sebelum pertandingan.
"Saya mengatakan kepada mereka agar jangan sampai kalah. Intinya, jangan kalah," tutur dia.
Meski demikian, hasil akhir bukan satu-satunya hal yang dia soroti.
Henry turut mengapresiasi pertandingan yang berjalan tanpa cedera serius, mengingat para pemain harus menyesuaikan kemampuan fisik dengan intensitas permainan.
"Beberapa pemain juga sudah tidak bisa berlari seperti dahulu. Karena itu, kami harus menjaga permainan tetap rapat dan terorganisir," ucap dia.
Kemenangan 3-2 itu pun menjadi bukti bahwa meski era bermain mereka telah berlalu, semangat persaingan para legenda belum sepenuhnya padam.
Editor: Risyad.