Siqom Dorong Dukungan Berkelanjutan bagi Sanggar Seni dan Budaya Lokal

by Hamdani |
Siqom Dorong Dukungan Berkelanjutan bagi Sanggar Seni dan Budaya Lokal
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Siti Qomariyah

Keberadaan sanggar seni memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri. Karena itu, dukungan berkelanjutan terhadap sanggar budaya dinilai perlu diperkuat melalui program pembinaan dan penyediaan sarana pendukung yang memadai.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Siti Qomariyah atau Siqom, saat melaksanakan kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya di Sanggar Guna Wijaya, Kampung Paparean, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Minggu, 13 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Siqom melihat langsung aktivitas anak-anak pesilat bersama para pelatih yang terus berupaya menjaga seni Pencak Silat dan nilai-nilai kebudayaan Sunda. Keberadaan Sanggar Guna Wijaya menunjukkan bahwa semangat pelestarian seni tradisi masih tumbuh di tengah masyarakat.

Menurut Siqom, sanggar budaya perlu mendapatkan perhatian melalui program yang dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan tersebut dapat berupa penyediaan fasilitas latihan, bantuan sarana kegiatan, serta dukungan terhadap penyelenggaraan pentas seni rakyat yang melibatkan masyarakat dan generasi muda.

“Sanggar seni merupakan ruang penting untuk menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi anak-anak. Karena itu, keberadaannya perlu didukung agar kegiatan pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan,” ujar Siqom.

Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat program pembinaan bagi sanggar-sanggar budaya lokal. Menurutnya, dukungan yang terarah dapat membantu para pelaku seni mengembangkan kegiatan sekaligus menjaga kesinambungan proses regenerasi.

Selain itu, Siqom menilai sanggar seni juga dapat dilibatkan dalam berbagai agenda kebudayaan daerah. Langkah tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi seni dan kearifan lokal dari tingkat desa kepada masyarakat yang lebih luas.

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya mengandalkan semangat para pelaku seni. Dibutuhkan dukungan fasilitas, pembinaan, dan ruang tampil agar seni tradisi dapat terus berkembang,” katanya.

Siqom menegaskan, penguatan sanggar budaya merupakan bagian dari upaya menjaga identitas daerah sekaligus menciptakan ruang positif bagi anak-anak dan generasi muda untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi melalui seni tradisi. (VC)

Komentar

Berita Terkait