SURABAYA – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem melalui Safety Drill Angin Kencang di area Dermaga Internasional TPS, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut digelar untuk menguji kesiapan personel sekaligus efektivitas koordinasi, komunikasi, dan respons dalam menghadapi kondisi darurat yang dapat muncul akibat angin kencang selama kegiatan operasional terminal.
Dalam simulasi, TPS menguji sejumlah skenario yang berpotensi terjadi saat cuaca ekstrem. Di antaranya penghentian kegiatan bongkar muat karena kecepatan angin melampaui batas aman pengoperasian crane, petikemas yang bergoyang akibat hembusan angin, pekerja yang terpapar angin kencang, hingga material atau peralatan yang terbawa angin.
Simulasi juga mencakup kondisi cuaca buruk berupa hujan lebat yang menyebabkan penurunan visibilitas. Selain itu, TPS menguji jalur komunikasi darurat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan terhadap sarana komunikasi utama.
Safety Drill melibatkan personel lintas fungsi, mulai dari operator alat, petugas layanan dermaga, tenaga kerja bongkar muat (TKBM), hingga jajaran manajemen operasional dan Health, Safety, Security and Environment (HSSE).
Setiap skenario dirancang untuk memastikan seluruh personel memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, termasuk alur eskalasi yang harus dijalankan ketika terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
Senior Manager Pengelolaan Operasi TPS, Didik Kurniawan, mengatakan kesiapan menghadapi angin kencang menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pekerja sekaligus memastikan kelancaran operasional terminal, khususnya memasuki musim penghujan.
"Memasuki musim penghujan, seluruh pekerja harus semakin fokus dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya angin kencang di area operasional. Melalui kegiatan drill ini, kami ingin memastikan setiap pekerja memahami risiko yang mungkin timbul, mengetahui langkah yang harus dilakukan, serta mampu merespons situasi dengan cepat dan tepat sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional TPS," ujar Didik.
Menurut Didik, pelaksanaan latihan secara berkala merupakan bagian dari upaya membangun dan memperkuat budaya keselamatan di lingkungan perusahaan. Kegiatan tersebut sekaligus memastikan seluruh insan TPS memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Kesiapan personel dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan kerja maupun gangguan operasional yang disebabkan oleh faktor cuaca.
Melalui Safety Drill Angin Kencang, TPS berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesadaran keselamatan pekerja. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga operasional terminal tetap aman, andal, dan berkelanjutan sekaligus mendukung pemberian pelayanan terbaik kepada pengguna jasa.