AHY Bongkar Lukas Enembe Pernah Diancam Elemen Negara - Telusur

AHY Bongkar Lukas Enembe Pernah Diancam Elemen Negara

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono

telusur.co.id - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, Gubernur Papua Lukas Enembe, dalam beberapa tahun terakhir sudah empat kali mengalami serangan stroke. 

"Kami melakukan berbagai upaya berkomunikasi dengan beliau (Lukas Enembe), guna mengumpulkan informasi, meminta klarifikasi, dan mencari solusi terbaik. Memang ada kesulitan komunikasi dengan Pak Lukas karena kondisi beliau yang sedang sakit. Dalam empat tahun ini, Pak Lukas sudah empat kali terkena serangan stroke. Sehingga beliau ada keterbatasan dalam berjalan maupun berbicara,” kata AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (29/9/22). 

Lukas Enembe adalah kader Demokrat. Dia menjadi sorotan lantaran dua kali mangkir dari panggilan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi sebesar Rp 1 miliar.

AHY mengaku awalnya kesulitan menghubungi Lukas lantaran sakit. Namun, akhirnya berhasil berkomunikasi dengan Lukas Enembe. 

AHY pun mengatakan Lukas Enembe memberikan penjelasan panjang lebar terkait kasus yang menimpanya tersebut.

“Alhamdulillah, meski ada kesulitan, kami akhirnya bisa melakukan komunikasi dengan beliau tadi malam. Dan setelah mendengarkan penjelasan beliau itu, serta membaca pengalaman empirik pada lima tahun terakhir ini. Kami melakukan penelaahan secara cermat, apakah dugaan kasus Pak Lukas ini murni soal hukum, atau ada pula muatan politiknya,” tegas AHY.

Alasan Partai Demokrat melakukan penelaahan secara cermat dalam kasus yang menimpa Lukas Enembe tersebut, karena berkaitan dengan pengalaman Lukas Enembe tahun 2017 lalu.

“Mengapa kami bersikap seperti ini, karena Partai Demokrat memiliki pengalaman berkaitan dengan Pak Lukas Enembe. Pada tahun 2017, Partai Demokrat pernah memberikan pembelaan kepada Pak Lukas, ketika ada intervensi dari elemen negara, untuk memaksakan salah seorang bakal calon Wakil Gubernur, sebagai Wakil-nya Pak Lukas dalam Pilkada tahun 2018,” tutur AHY.

Padahal penentuan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Papua dalam Pilkada Papua, sepenuhnya merupakan kewenangan Partai Demokrat.

“Apalagi waktu itu Partai Demokrat bisa mengusung sendiri calon-calonnya,” bebernya. 

AHY pun menegaskan, saat itu berkat kerja keras dari jajaran kader Demokrat ancaman terhadap Lukas Enembe akan dikasuskan tidak terjadi.

“Ketika itu, Pak Lukas diancam untuk dikasuskan secara hukum, apabila permintaan pihak elemen negara tersebut, tidak dipenuhi. Alhamdulillah, atas kerja keras Partai Demokrat, intervensi yang tidak semestinya itu, tidak terjadi,” tutup AHY.[Fhr


Tinggalkan Komentar