telusur.co.id - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) menggelar aksi demonstrasi menuju Istana Negara, Jakarta, Senin, (15/6/2026). Dalam perjalanan menuju lokasi aksi, massa diadang aparat kepolisian di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
Pada aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tiga tuntutan yang mereka sebut sebagai "Trisura" atau Tiga Suara Rakyat.
Presiden Mahasiswa BEM UHAMKA, Ikmal Nauhan Qurrohman, mengatakan aksi yang digelar merupakan bentuk penyampaian aspirasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.
"Kami hadir bukan untuk mempermalukan Indonesia di hadapan negara lain maupun tamu negara, tetapi untuk menyampaikan suara rakyat," ujar dia di sela aksi.
Dalam tuntutan pertama, mahasiswa mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memulihkan kondisi ekonomi nasional, serta menerapkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Tuntutan kedua ialah meminta pemerintah memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam tata kelola negara.
Ikmal menyebutkan, mahasiswa juga mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset serta pencopotan pejabat publik yang dinilai tidak memiliki kompetensi.
Adapun tuntutan ketiga berkaitan dengan perlindungan hak sipil. Mahasiswa meminta pemerintah menghapus dwifungsi TNI dan Polri serta merevisi regulasi yang dinilai membuka ruang keterlibatan aparat militer dalam ranah sipil.
"Kami berharap Trisura ini dapat diimplementasikan dengan baik oleh pihak eksekutif maupun legislatif secara keseluruhan," pungkas Ikmal.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri BEM UHAMKA, Aditya Pratama, menilai sejumlah kebijakan pemerintah saat ini belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan rakyat.
Menurut dia, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pada awal masa pemerintahan seharusnya dapat difokuskan untuk menjawab persoalan ekonomi nasional.
"Maka dari itu kita tegas menyerukan agar TNI kembali ke barak. Kita akan terus mengkonsolidasikan dan kita akan menggelar aksi-aksi selanjutnya dengan massa yang lebih banyak," tutur Aditya.
Laporan: Malik Sihite



