telusur.co.id -Persija Jakarta terus mematangkan persiapan jelang musim baru 2026/2027. Macan Kemayoran menempati peringkat ketiga musim lalu dengan koleksi 71 poin di bawah Persib Bandung dan Borneo FC. Kala itu, tim yang dibawah asuhan Mauricio Souza menjadi tim kedua dengan kebobolan terendah yaitu 29 gol bersarang.
Musim lalu, tiga penjaga gawang dimainkan diantaranya Carlos Eduardo, Andritany, dan Hafizh Rizkianur. Dua nama terakhir masih bertahan di klub.
Jelang musim kompetisi baru, Persija kedatangan dua kiper anyar berlabel timnas Indonesia, Nadeo Argawinata dan Aqil Savik untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Carlos Eduardo.
Empat penjaga gawang tersebut mendapat program latihan intensif dalam training camp di Thailand di bawah asuhan Shin Tae-yong yang dibantu pelatih kiper Yoo Jae-hoon.
Para kiper Persija tidak luput dari program latihan fisik yang cukup berat. Mereka menjalani tempaan yang tidak kalah dibandingkan pemain lainnya.
Dalam setiap sesi latihan, para penjaga gawang bahkan menjadi pemain yang datang lebih awal dan meninggalkan lapangan paling akhir. Program yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup teknik dan taktikal.
Para kiper juga dituntut untuk terlibat dalam permainan tim. Pada sejumlah momen small game, mereka turut diikutsertakan untuk membiasakan diri mendistribusikan bola sekaligus menjadi opsi dalam aliran permainan.
Salah satu kiper anyar, Aqil Savik menilai training camp yang dijalani Persija di kota Hua Hin, Thailand menjadi momentum ideal untuk meningkatkan performa. Menurutnya, program latihan tersebut dapat menjadi bekal penting bagi para pemain sebelum menghadapi kompetisi yang diprediksi berlangsung kompetitif.
“Latihan hari ini sangat intens, bagus untuk tim untuk meningkatkan fisik dan chemistry antarpemain. Program ini bagus untuk kiper karena fisik kiper sangat ditempa di sini. Fisik dasar, teknik, dan semuanya sangat ditempa sehingga sangat bagus untuk perkembangan di liga yang akan kami hadapi,” tutur Aqil dikutip dari laman resmi klub, Rabu (19/8/2026).
Selain menjalani program latihan di Thailand, Aqil juga membawa sejumlah pelajaran dari ajang pramusim sebelumnya, Piala Presiden 2026.
Pemain kelahiran Bandung ini tampil menjadi kiper utama dalam dua pertandingan Macan Kemayoran di turnamen pramusim tersebut. Namun, ia tercatat kebobolan tiga gol.
Sebagai pemain baru Persija, Aqil harus beradaptasi dengan cepat. Terlebih, komposisi skuad Macan Kemayoran juga banyak dihuni pemain anyar. Kondisi tersebut membuat adaptasi dan komunikasi menjadi aspek penting yang harus segera dibangun di dalam tim.
Menurut Aqil, pengalaman di Piala Presiden 2026 menjadi modal berharga sebelum Persija menghadapi kompetisi resmi musim 2026/2027.
“Sangat banyak pelajaran yang bisa diambil, mulai dari adaptasi dan komunikasi. Tentu preseason kemarin menjadi modal penting untuk liga nanti sehingga kami tidak kaget dan sudah terbiasa,” tutup kiper berusia 27 tahun itu.



