telusur.co.id -Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, menaruh harapan besar di pundak Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan yang baru saja ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Arzeti, memimpin lembaga sebesar BPJS Kesehatan bukanlah perkara mudah. Dengan jutaan peserta dan kompleksitas layanan kesehatan nasional, dibutuhkan kepemimpinan yang tegas, visioner, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
"Memimpin lembaga sebesar BPJS Kesehatan bukan perkara mudah, tapi saya yakin dan optimis Pak Pujowaskito mumpuni untuk mengemban amanah itu. Beliau harus berani melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam hal pelayanan, transparansi keuangan, dan penguatan sistem digital," ujar Arzeti di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Ia menegaskan, Komisi IX DPR RI akan terus memberikan dukungan sekaligus pengawasan agar BPJS Kesehatan semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Saya mendukung penuh langkah-langkah strategis yang akan diambil Dirut baru. Namun dukungan ini tentu dibarengi dengan harapan agar ada percepatan perbaikan layanan. Keluhan antrean panjang, keterlambatan klaim rumah sakit, hingga kendala akses di daerah terpencil harus menjadi prioritas pembenahan," tegasnya.
Arzeti juga mendorong agar BPJS Kesehatan memperkuat sinergi dengan fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, sehingga kualitas layanan semakin merata.
"BPJS Kesehatan harus semakin transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi digital harus benar-benar memudahkan peserta, bukan justru menambah kerumitan. Evaluasi berkala juga penting agar setiap kebijakan tepat sasaran," tambahnya.
Ia optimistis, di bawah kepemimpinan baru, BPJS Kesehatan dapat memperkuat tata kelola dan meningkatkan kepercayaan publik.
"Harapan saya sederhana: BPJS Kesehatan harus hadir sebagai solusi, bukan sumber keluhan. Jika kepemimpinan dijalankan dengan integritas, keberanian, dan komitmen terhadap pelayanan publik, saya yakin BPJS Kesehatan akan semakin maju dan kuat," pungkas Arzeti.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mayor Jenderal TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai direktur utama BPJS Kesehatan periode 2026-2031 menggantikan Ali Ghufron Mukti. Penetapan kepemimpinan baru BPJS Kesehatan dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi BPJS Kesehatan. Masa jabatan direksi berlaku selama lima tahun.
"Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan pengangkatan Dewan Pengawas serta Direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026," demikian keterangan resmi BPJS Kesehatan, Kamis (19/2/2026).



