telusur.co.id -Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya memastikan 50 sampel pangan yang diambil dari 10 sekolah di Kabupaten Gresik memenuhi syarat keamanan pangan.
Hasil pengujian menggunakan test kit menunjukkan tidak terdeteksi formalin, boraks, Rhodamin B, maupun Metanil Yellow pada seluruh sampel yang diperiksa.
Pengujian tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan GERMAS SAPA (Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman) 2026 yang berlangsung pada 26-27 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan keamanan pangan yang tersedia di lingkungan sekolah sekaligus mendorong kebiasaan memilih pangan yang aman sejak dini.
Selain melakukan pengambilan sampel dan pengujian pangan di kantin sekolah, BBPOM di Surabaya turut melakukan monitoring terhadap kondisi kantin. Pemantauan mencakup aspek higiene, sanitasi, serta keberlangsungan penerapan praktik keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Hasil monitoring tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan pembinaan untuk memperkuat penerapan keamanan pangan sekaligus mendukung persiapan sekolah menuju sertifikasi SAPA Sekolah.
Monitoring dilakukan di 10 sekolah, yakni SD Islam Al-Raudlatul Amien “Full Day Education” Gresik, SD Negeri 4 Gresik, SD Negeri 12 Gresik, SD Negeri 1 Gresik, SMP Negeri 9 Gresik, SMP Negeri 6 Gresik, SMP Negeri 28 Gresik, SMP Negeri 2 Gresik, SMA Negeri 1 Manyar, dan SMA Negeri 1 Gresik.
Ketua Tim BBPOM di Surabaya, Rini Wulansari, mengatakan keamanan pangan di sekolah merupakan bagian penting dari upaya melindungi kesehatan anak-anak.
“Keamanan pangan di sekolah pada akhirnya adalah bagian dari upaya melindungi kesehatan anak-anak kita. Kebiasaan memilih pangan yang aman yang dibangun di sekolah diharapkan dapat diterapkan pula di rumah dan lingkungan masyarakat,” ujar Rini.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Sekolah juga menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil evaluasi dan memperkuat pengawasan terhadap pangan yang tersedia di lingkungan pendidikan.
“Kami mendukung kegiatan ini dan siap memperkuat pengawasan bersama pengelola kantin serta warga sekolah agar praktik keamanan pangan terus ditingkatkan,” ujar Mohammad Salim, Kepala Sekolah SMPN 2 Gresik.
Melalui program SAPA Sekolah, BBPOM di Surabaya mendorong agar kebiasaan mengonsumsi dan memilih pangan yang aman tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh siswa, guru, dan komunitas sekolah kepada keluarga maupun masyarakat.
Dengan demikian, sekolah diharapkan dapat menjadi titik awal dalam membangun budaya keamanan pangan yang lebih luas sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan generasi muda.



