Begini Sikap Muhammadiyah Terkait Timnas Israel Ikut Piala Dunia U-20 di Indonesia  - Telusur

Begini Sikap Muhammadiyah Terkait Timnas Israel Ikut Piala Dunia U-20 di Indonesia 


telusur.co.id - Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023. Salah satu dilema sebagai tuan rumah, adalah kehadiran timnas Israel sebagai salah satu kontestannya. Sebagian besar masyarakat, menolak kedatangan Israel di Indonesia.

Kedatangan Israel menjadi polemik karena Republik Indonesia dalam amanat Pembukaan UUD 1945 menyatakan secara tegas untuk menolak segala bentuk imperialisme dan penjajahan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta agar negara bersikap konsisten sesuai amanat konstitusi.

Karena, dalam ajang internasional apapun, termasuk gelaran turnamen sepak bola, semestinya sejalan antara penyelenggaraannya dan ideologi politik negara tuan rumahnya.

"Baik sepak bola maupun urusan-urusan lain itu harus dalam satu kesatuan sistem dengan policy (kebijakan) negara,” kata Haedar, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Kamis (16/3/23).

Haedar menegaskan, sejauh yang ia ketahui bahwa Indonesia masih memiliki sebuah ideologi politik yang anti dengan imperialisme dan kolonialisme. Hal itu, kata dia, juga berdampak pada urusan-urusan diplomatik negara.

"Sejauh negara itu masih punya kebijakan antiimperialisme, antikolonialisme, lalu tidak punya hubungan diplomatik dengan satu negara, yang lain itu harus menyesuaikan. Akibat tidak menyesuaikan, lalu terjadi masalah,” kata Haedar.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melalui Ketua bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan, jika kehadiran timnas Israel cukup sensitif mengingat masih terjadinya represi yang dilakukan oleh negara tersebut kepada rakyat Palestina.

"Pemerintah dan para pejabat tinggi termasuk PSSI seharusnya mencontoh Presiden Sukarno yang tegas dan berani menolak kehadiran kontingen Israel di event Asian Games tahun 1962, karena Israel adalah penjajah," kata Sudarnoto, Selasa (14/3/23).

"Meskipun harus keluar dari IOC, akan tetapi dengan penolakan ini Indonesia saat itu justru memperoleh posisi politik yang diperhitungkan secara internasional,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut, keamanan timnas Israel di Piala Dunia U-20 merupakan domain atau urusan pemerintah RI. Erick menyampaikan, PSSI hanya berfokus dalam penyelenggaraan acara.

Menanggapi Erick, Menko Polhukam RI, Mahfud MD menyebut keikutsertaan timnas Israel di Piala Dunia U-20 yang menuai pro kontra, sudah diantisipasi Pemerintah RI.

"Sudah dibahas dan disiapkan semua jalur. Politik, diplomatik, keamanan, dan sebagainya sudah dibicarakan. Ditunggu aja nanti dirundingkan,” kata Mahfud di kampus UII, Sleman, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu.[Fhr]
 


Tinggalkan Komentar