telusur.co.id - Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Yan Harahap kembali membalas kengototan dari Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang mengaku tidak salah tafsir dengan pernyataan sang Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Yan tidak habis pikir dengan pernyataan Deddy Sitorus yang menegaskan jika dirinya tak salah tafsir dan ngotot bahwa pernyataan AHY merupakan hasutan. Yan menyebut, pembelaan Deddy Sitorus mempertegas kegagalan dalam memahami subtansi pernyataan AHY.
“Pernyataan Deddy Sitorus yang kembali bersikeras menyebut pernyataan AHY sebagai hasutan justru semakin mempertegas bahwa yang bersangkutan gagal memahami substansi pesan yang disampaikan AHY,” kata Yan kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Tak lelah, Yan menjelaskan, pernyataan AHY sejatinya menyampaikan prinsip yang sangat sederhana dan universal dalam demokrasi. Yan menegaskan, maksud AHY ialah partai yang berada dalam pemerintahan berkewajiban menyukseskan agenda pemerintah
“Sedangkan partai yang berada di luar pemerintahan tetap memiliki hak untuk mengkritik. Namun kritik tersebut sebaiknya konstruktif, memberikan jalan keluar, dan tidak memecah belah bangsa. Pesan itu sama sekali tidak menyebut PDIP, tidak menyerang PDIP, dan tidak menuduh PDIP,” bebernya.
Oleh sebab itu, Yan keheranan, Deddy Sitorus malah merasa tersinggung dan menganggap pernyataan tersebut sebagai sindiran atau insinuasi terhadap PDIP.
“Jika sebuah ajakan untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan partisan langsung dianggap sebagai serangan kepada PDIP, maka yang perlu dievaluasi bukanlah pernyataan AHY, melainkan cara saudara Deddy memaknainya,” sindir Yan.
Yan juga kebingungan dengan pernyataan
Deddy Sitorus yang menyatakan bahwa kritik tidak perlu konstruktif dan tidak perlu menawarkan solusi. Pandangan seperti ini, kata Yan, justru menunjukkan cara berpolitik yang kurang produktif.
“Dalam demokrasi modern, oposisi maupun pihak yang memberikan kritik tidak hanya berfungsi menunjukkan kesalahan, tetapi juga berkontribusi menghadirkan alternatif pemikiran demi perbaikan bangsa,” imbuh Yan.
Yan memastikan, Partai Demokrat meyakini bahwa kritik yang baik adalah mampu memperbaiki keadaan, bukan sekadar memperkeruh suasana. Karena itu, tegas Yan, ajakan AHY agar kritik tetap konstruktif merupakan sikap kenegarawanan yang justru memperkuat kualitas demokrasi.
“Bukan membungkam kritik sebagaimana dituduhkan oleh saudara Deddy,” beber Yan
Tak hanya itu, Yan menekankan, bahwa Partai Demokrat menghormati hak setiap partai untuk berada di dalam maupun di luar pemerintahan. Namun, lanjut dia, juga berharap perdebatan politik dibangun di atas pemahaman yang utuh terhadap pernyataan lawan bicara.
“Bukan berdasarkan asumsi dan tafsir yang dipaksakan,” ungkap Yan.
Yan sekali lagi meyakini rakyat dapat menilai sendiri apakah AHY sedang menghasut, atau justru mengajak seluruh elemen bangsa untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok dan partisan.
“Kami yakin jawabannya sangat jelas,” demikian Yan.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus membalas pernyataan elite Partai Demokrat yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlalu benar untuk dibantah. Deddy menegaskan jika dirinya tak salah tafsir atas pernyataan AHY.
"Tidak ada salah tangkap, AHY jelas-jelas bilang boleh kritik asal konstruktif tapi tidak boleh memecah belah bangsa dan mendiskreditkan," kata Deddy kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Deddy menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk insinuasi terhadap PDIP. Sebab itu, dia tetap menganggap pernyataan AHY sebagai bentuk hasutan politik.[Nug]



