Bos Ducati Sebut  Perebutan Gelar MotoGP 2026 Ditentukan Pembalap, Bukan Motor - Telusur

Bos Ducati Sebut  Perebutan Gelar MotoGP 2026 Ditentukan Pembalap, Bukan Motor

MotoGP. Sumber foto: internet

telusur.co.id - Persaingan MotoGP 2026 dipastikan bakal semakin panas memasuki paruh kedua musim. Bos Ducati, Davide Tardozzi, menilai tidak ada lagi pabrikan yang benar-benar unggul karena Ducati dan Aprilia kini memiliki motor yang sama-sama kompetitif.

Menurut Tardozzi, pertarungan menuju gelar juara dunia terakhir di era mesin 1000cc tidak lagi ditentukan oleh kehebatan motor semata. Faktor terbesar justru berada di tangan para pembalap yang mampu tampil konsisten di setiap seri.

Musim ini diawali dengan kejutan besar ketika Aprilia berhasil menyapu bersih tiga seri pembuka, membuat Ducati yang berstatus juara bertahan harus mengejar ketertinggalan.

Ducati baru memecah kebuntuan melalui kemenangan Alex Marquez di Grand Prix Spanyol di Jerez. Setelah itu, duel kedua pabrikan Italia berlangsung sengit dengan silih berganti mendominasi lintasan.

Aprilia mencetak finis 1-2 di Le Mans, sebelum Ducati membalas dengan hasil identik di Catalunya. Tak berhenti di situ, Aprilia kembali menunjukkan dominasinya dengan menyapu seluruh podium di Mugello.

Marc Marquez kemudian mengangkat kembali performa Ducati lewat empat kemenangan beruntun di Balaton Park dan Brno. Namun Aprilia kembali membalas dengan akhir pekan sempurna di Assen, sebelum Ducati menutup paruh pertama musim dengan kemenangan ganda di Sachsenring.

Meski Ducati tampil kuat dalam beberapa balapan terakhir, persaingan klasemen masih sangat terbuka. Jorge Martin bersama Aprilia memimpin perebutan gelar, dibayangi rekan setimnya Ai Ogura yang hanya terpaut 14 poin.

Sementara itu, Marc Marquez berada 18 poin di belakang Martin, sedangkan Marco Bezzecchi yang masih dibekap cedera terpaut 22 poin. Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 Ducati juga belum keluar dari persaingan setelah hanya berjarak 24 poin dari puncak klasemen.

Tardozzi menegaskan Ducati tetap percaya diri menghadapi sisa musim, meski mengakui Aprilia kini berada di level yang sama. "Kami selalu kompetitif. Ada beberapa kejadian yang kurang beruntung di awal musim, sama seperti yang dialami para rival kami," kata Tardozzi kepada Sky Italia.

Ia menilai keseimbangan performa kedua motor akan terus bertahan hingga akhir musim. "Saya pikir motor kami sama kompetitifnya, dan saya rasa itu akan terus berlanjut hingga akhir musim."

Meski demikian, Tardozzi mengakui karakter setiap sirkuit akan menjadi faktor penting. Menurutnya, Silverstone menjadi salah satu trek yang lebih menguntungkan Aprilia. "Di beberapa trek, seperti Silverstone, tentu saja Aprilia akan menjadi favorit. Di trek lain, mungkin kami yang menjadi favorit."

Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan terbesar kini bukan lagi soal mesin. "Pada akhirnya, para pembalaplah yang membuat perbedaan."

MotoGP 2026 akan kembali bergulir pada Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone pada 7–9 Agustus. Dengan selisih poin yang sangat tipis di papan atas, setiap balapan diprediksi akan menjadi penentu dalam perebutan gelar juara dunia yang semakin sulit diprediksi.


Tinggalkan Komentar