Disaat Ulos Batak Bercorak Tenun Sirat Merambat Bisnis Souvenir Toba. 

Saat penulis berbincang dengan Evelina Br Siagian sembari merajut benang warna-warninya dalam sebuah motif tenun sirat cantik khas Tobasa yang sudah puluhan tahun digelutinya dan menjadi binaan Dinas Pariwisata Tobasa. [FOTO: Zest] Area lampiran

telusur.co.id -  Siasati Tenun Ulos Dengan Beragam Modivikasi 'Tenun Sirat',  ibu runahtangga bernama Evelina Aiagian (52) dari Janji Maria Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Tobasa, Sumut, mengurai tenunnya dengan modifikasi souvenir seharaga Rp10.000 sampai Rp3.000.000.-

Evelina Siagian yang temui di stand tenda yang diasediakan Panitia, Jumat (8/11/2019),  sembari mengayuhkan alat tenun mininya, di sela kegiatan Multi Etnis yang digelar Dinas Pariwisata Simalungun di Pantai Bebas Parapat, Simalungun, Sumut, sejak Kamis lalu.

Evelina mengatakan bahwa semua orderan dan pesananan kilat sekalipun bisa diselesaikan tepat waktu, asal sesuai dengan komitmen harga, yang kami sesuaikan dengan kualitas, kuantitas dalam anyaman benang-benang bersarat kuat, Katanya.

Saya juga kerab mengikuti berbagai kegiatan dan saat Pak Presiden Jokowi datang ke Tobasa,  saya diberi kesempatan menjelaskan kepada Presiden betapa rumitnya bertenun Ulos dan mebuat modivikasinya, tetapi disaat kita sudah menjadi bagian dari kreativitas itu, maka tak ada yang sulit sebab bertenun inipun juga telah dilakoni orang tuaku semasa hidupnya dan mampu terbukti mampu menghidupi kami tentu sambil bertani, Ujarnya. 

Nah,  saat ini tenun ulos jenis Sirat ini juga telah mampu menembus pasar, dengan harga yang bisa dilaga dengan kualitasnya, sebab diantara tenun sirat itu saya bisa buat nama dan jenis tulisan beragam lainnya, dan itulah yang menjadikan tenun sirat ini memiliki pangsa pasar tersendiri dari Kabupaten Tobasa,  tandas Evelina. [Sbk]

Laporan: Zest

Tinggalkan Komentar