DPR Nilai Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Jadi Angin Segar bagi Masyarakat - Telusur

DPR Nilai Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Jadi Angin Segar bagi Masyarakat

Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief. foto fraksi pks

telusur.co.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menilai kebijakan diskon tiket pesawat domestik untuk periode Lebaran 2026 sebagai angin segar bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

“Kebijakan ini jadi angin segar bagi masyarakat. Saat ekonomi masih berat, kebijakan ini bisa meringankan beban,” ujar Hendry dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, potongan harga tiket pesawat tersebut akan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan, baik untuk mudik ke kampung halaman maupun berlibur saat Hari Raya Idul Fitri. Kemudahan akses transportasi dinilai penting untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.

Hendry juga mendorong mitra Komisi VII DPR RI, seperti Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif, agar memaksimalkan momentum kebijakan tersebut melalui program pendukung.

“Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekraf dapat memberikan promosi destinasi yang menarik di setiap daerah serta mendorong pelaku usaha memanfaatkan kebijakan ini untuk meraup keuntungan maksimal,” katanya.

Selain itu, ia menyarankan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendorong pelaku usaha kecil memberikan insentif tambahan, sehingga wisatawan semakin tertarik berbelanja dan berwisata di berbagai daerah tujuan.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan pada 10 Februari 2026 bahwa pemerintah meluncurkan program stimulus ekonomi triwulan I guna memudahkan mobilisasi masyarakat serta menjaga daya beli.

Salah satu kebijakan dalam paket stimulus tersebut adalah potongan harga tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 17–18 persen untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026. Adapun pembelian tiket dengan tarif diskon berlaku mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026.

Dengan adanya insentif ini, pemerintah berharap mobilitas masyarakat selama Lebaran meningkat tanpa membebani pengeluaran, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tumbuh lebih optimal. [ham]


Tinggalkan Komentar