FK UNAIR Jajaki Kolaborasi Kesehatan dengan Diaspora Indonesia di Belanda - Telusur

FK UNAIR Jajaki Kolaborasi Kesehatan dengan Diaspora Indonesia di Belanda

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) kerja sama dengan Indonesian Diaspora Global Network Health (IDGNH) yang berbasis di Belanda. Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama dengan Indonesian Diaspora Global Network Health (IDGNH) yang berbasis di Belanda. Pertemuan berlangsung di Ruang Dekan Kampus A FK UNAIR pada Kamis (23/4/2026).

Kunjungan tersebut menghadirkan Tan Liang Tik, MD, seorang dokter spesialis bedah plastik yang berkarier di Belanda sekaligus pendiri IDGNH. Ia diterima langsung oleh Dekan FK UNAIR, Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.OG, Subsp. Urogin-RE.

Dalam agenda tersebut, Tan Liang Tik yang juga dikenal sebagai Dokter Tik, hadir didampingi Sekretaris Alumni FK UNAIR, dr. Bambang Wicaksono, Sp.BPRE, Subsp. LBRE(K). Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi strategis antara institusi pendidikan kesehatan di Indonesia dan jaringan profesional medis diaspora di Eropa.

Selain menjalankan praktik sebagai spesialis bedah plastik di Belanda, Dokter Tik aktif dalam pengembangan IDGNH, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada penguatan kerja sama lintas negara di bidang kesehatan.

Melalui platform resmi organisasi di www.idgnh.com, ia mendorong pemanfaatan keahlian diaspora untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

“IDGNH hadir sebagai wadah untuk memastikan bahwa keahlian para diaspora dapat memberikan dampak langsung bagi kondisi hidup yang lebih sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana penguatan kerja sama yang melibatkan sejumlah institusi kesehatan dan pendidikan di Belanda. Fokus utama kolaborasi mencakup pengembangan riset bersama, pertukaran tenaga ahli, serta peningkatan kapasitas layanan medis di lingkungan FK UNAIR.

Dekan FK UNAIR, Prof. Eighty Mardiyan Kurniawati, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai keterlibatan diaspora menjadi salah satu kunci dalam mempercepat penguatan daya saing global institusi pendidikan kedokteran di Indonesia.

“Kami menerima rencana kegiatan positif ini dengan tangan terbuka. Kolaborasi dengan diaspora seperti Dokter Tik akan membuka pintu bagi sivitas akademika untuk berinteraksi langsung dengan standar praktik medis internasional, khususnya yang ada di Belanda,” ujar Prof. Eighty.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara alumni dan almamater, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi di bidang kedokteran yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan layanan kesehatan di Indonesia.

FK UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pelayanan kesehatan yang berstandar global.


Tinggalkan Komentar