telusur.co.id - Skuad Persija Jakarta resmi memulai persiapan menyongsong musim baru Super League 2026/2027 dengan menggelar latihan perdana di Persija Training Ground, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7). Latihan ini dipimpin langsung oleh juru taktik anyar Macan Kemayoran, Shin Tae-yong.
Pada agenda perdananya, pelatih yang akrab disapa STY tersebut tidak langsung memberikan porsi latihan berat kepada para pemain yang sudah bergabung. Ia memahami kondisi para pemain yang baru saja kembali dari masa libur kompetisi.
Ia menilai pada latihan perdana ini para pemain harus saling menyapa satu sama lain khususnya beberapa pemain yang baru bergabung dengan skuad Macan kemayoran sekaligus perkenalan dengan staf kepelatihan.
"Latihan pertama ini bukan untuk meningkatkan porsi latihan, melainkan untuk menyapa para pemain, apalagi karena para pemain baru kembali dari liburan. Saat ini adalah proses untuk membentuk kekuatan kebugaran secara bertahap," ujar Shin Tae-yong usai memimpin sesi latihan, Selasa (14/7).
Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengungkapkan bahwa fokus utamanya selama masa pramusim ini adalah mengembalikan dan meningkatkan ketahanan fisik para penggawa Macan Kemayoran sebelum beralih ke strategi permainan. STY menginginkan para pemainnya mampu bertahan dalam kondisi fisik yang prima dalam lebih dari 90 menit di tiap laganya nanti.
"Pertama-tama adalah fisik dasar. Kemudian di waktu yang tersisa setelah latihan fisik, kami akan melakukan latihan taktik tim. Kami akan membuatnya secara sistematis untuk bersiap menghadapi musim ini dengan baik," jelasnya secara rinci soal rencana latihan pramusim.
Mantan pelatih timnas Indonesia tersebut dikenal dalam menggembleng fisik pemain di tim yang ia besut. Ketika melatih skuad Garuda, terlihat perbedaan signifikan dari kebugaran fisik para pemain yang masih sanggup bertahan dalam kondisi prima meski memasuki akhir pertandingan.
Selain mematangkan kesiapan fisik dan taktik di lapangan, mantan timnas Korea Selatan tersebut juga menaruh perhatian besar pada aspek mentalitas dan karakter anak asuhnya. Menghadapi kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air yang dikenal ketat, STY menegaskan pentingnya membangun kultur tim yang kuat.
Ia menyebut ada dua pilar utama yang akan ia tanamkan secara tegas di dalam tubuh skuad Persija Jakarta sepanjang musim ini bergulir, yakni kedisiplinan dan kepatuhan pada sistem.
"Untuk budaya, karena kita bermain di kompetisi sepak bola yang sengit, yang terpenting adalah kedisiplinan dan sistem. Kedisiplinan dan sistem itu penting. Itu dua hal yang ingin saya buat secara sistematis," tegas Shin.
Dengan kombinasi program fisik yang terukur dan penanaman kedisiplinan yang ketat, Persija Jakarta diharapkan mampu tampil lebih solid dan konsisten dalam memperebutkan takhta juara di musim baru.
Sebelumnya, Shin Tae-yong menegaskan lebih suka dengan permainan agresif dan menyerang. Filosofi tersebut yang ingin diterapkan sang pelatih di Persija Jakarta.
"Saya adalah seseorang yang secara alami lebih menyukai gaya sepak bola agresif, dan filosofi sepak bola saya adalah menyerang," pungkas STY ketika diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih Persija.
Patut dinantikan sepak terjang pelatih yang punya memori dan nama baik di ranah sepak bola nasional tersebut bersama Rizky Ridho dan kawan-kawan.



