Gerindra Masuk Koalisi, Bamsoet: Konsep Mereka Luar Biasa Bagus

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo . Foto : Net

telusur.co.id - Presiden Joko Widodo sudah memanggil sejumlah tokoh di Istana Kepresidenan dalam rangka untuk mengisi posisi menteri di kabinet kerja Jilid II. Bahkan mantan rival Jokowi di Pilpres 2019, Prabowo Subianto juga datang menenmui Jokowi di Istana, Senin (21/10/19) kemarin.

Menanggapi hal itu,Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, setelah diumumkan menjadi pemenang pilpres pada Juni 2019 lalu, sebetulnya presiden Jokowi memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan kabinet untuk periode keduanya yang akan datang.

"Jadi kalau hari ini kita lihat ada muka-muka baru yang diperkenalkan, ini kan belum diputuskan baru diperkenalkan, saya yakin dan percaya itu semua berdasarkan akurasi politik yang sangat matang untuk mengisi posisi-posisi yang memang dalam kabinet yang akan datang diperlukan kekompakan, kerja keras, dan langkah-langkah cepat," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/19).

Menurut Bamsoet, apa yang muncul akhir-akhir ini, adalah dalam rangka rekonsiliasi politik yang ingin diciptakan Jokowi untuk stabilitas pemerintahannya 5 tahun mendatang.

"Walaupun sesungguhnya rekonsiliasi itu sudah tercipta di parlemen, tapi mungkin ingin diperkuat di kabinet pemerintah," ujarnya.

Bamsoet menilai, bergabungnya Gerindra dalam koalisi pemerintahan tidak akan mengurangi kualitas checks and balances. Karena bagaimanapun juga, kata dia, walaupun partai-partai di parlemen adalah koalisi pemerintah, dia yakin dan percaya tidak akan mengurangi kekritisan, karena yang dikritik ke depan bukan presidennya tapi kebijakan atau langkah-langkah para menteri.

"Justru kita harap para menteri ke depan ini harus lebih kerja keras lagi agar presidennya tidak dikritik di parlemen. Nah masuknya Pak Prabowo untuk sementara ini diplot sebagai Menhan yang saya dengar, itulah kompetensi beliau memang dalam bidang pertahanan. Diharapkan ke depan Indonesia memiliki pertahanan yang kuat dan disegani baik itu di kawasan Asia maupun global," ungkapnya.

Terkait pro kontra penunjukkan Prabowo, Bamsoet justru mengaku mendapat masukan bahwa banyak yang mensupport Prabowo duduk di posisi Menhan. Dia yakin, Prabowo memiliki kompetensi di bidang itu. Termasuk juga kompetensi Edhy Prabowo atau Gerindra di sektor pertanian.

"Pak Prabowo memiliki pengalaman di bidang pertanian. Mantan Ketum HKTI, jadi beliau memiliki kemampuan bahkan ketika saya dan beberapa pimpinan MPR mengantarkan undangan, beliau menyampaikan pandangan dan visinya untuk pertanian ke depan harus swasembada. Menurut saya kalau Gerindra masuk ke dalam jajaran kabinet, itu bukan omong kosong. Mereka memiliki konsep yang menurut saya luar biasa bagus," terangnya.

Dengan masuknya Gerindra ke pemerintahan, maka eksekutif dan legislatif sudah kompak. Menurut Bamsoe, hal itu bagus buat rakyat, jadi semua bisa kerja dengan baik, fokus pada bidangnya masing-masing, tidak ada gejolak. Dengan demikian, ekonomi akan tumbuh bagus.

"Kita harapkan bisa di atas 5 persen sehingga pelan-pelan kita bisa menyelesaikan atau melunasi hutang-hutang kita, terutama hutang luar negeri, sehingga beban bunga APBN kita tidak terlalu berat. Di samping itu juga di sektor pertanian bahkan mungkin juga bisa mensupport untuk mengurangi beban subsidi BBM, dengan alternatif bahan bakar yang lain selain listrik, bio diesel misalnya," pungkas Bamsoet.  [asp]


Laporan : Fahri Haidar
 

Tinggalkan Komentar