Haidar Alwi Sebut Dua Cara Ini Ampuh untuk Melawan Radikalisme

Pegiat anti radikalisme, Haidar Alwi. (Foto: telusur.co.id)

telusur.co.id - Pegiat anti radikalisme Haidar Alwi mengingatkanbkepada seluruh masyarakt Indonesia agar tetap mewaspadai gerakan radikalisme. Menurut Haidar, kelompok radikal ini mempunyai banyak cara untuk mengajak orang.

"Kelompok radikal sekarang sudah tidak lagi terpaku pada medsos. Tapi mereka face to face, sistem sel. Satu orang ajak dua, dua orang ajak empat," kata Haidar dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih bertajuk 'Pahlawan Anti Radikal Untuk Indonesia Maju" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/19).

Karenanya, menurut Haidar, cara yang perlu dilakukan untuk menangkal radikalisme ada dua.

"Yang pertama dengan melakukan seperti ini (dialog/diskusi), mengingatkan bahaya radikalisme. Karena mereka (kelompok radikal) mengajak langsung," terangnya.

Yang kedua, lanjut Haidar, adalah dengan meningkatkan kesejahteraan. Karena, radikalisme biasanya bersangkutan dengan ekonomi.

"Keluarga saya semua di Solo, di daerah yang cukup rawan di dekat kompleksnya, Abu Bakar Ba'asyir itu, setiap saya shalat Subuh di situ ada beberapa kali, saya tanya, 'itu tempo hari ada Pemuda yang datang shalat di sini kok sekarang nggak kelihatan lagi? Dijawab, Oh ke Suriah pak. Saya tanya, kenapa kok mau? Katanya dijanjikan dikasih gaji sekian juta'," katanya menceritakan.

"Jadi rata-rata radikalisme itu bisa tumbuh subur saat ekonomi sedang turun artinya sebetulnya pemerintah itu untuk memberantas radikalisme salah satunya dengan sejahterakan rakyat, itu clear, saya setuju itu," tambahnya.

Menurutnya, langkah pemerintah saat ini untuk memerangi radikalisme sudah cukup baik.

"Salah satunya yaitu kebijakan Presiden Jokowi yang membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Baru Pak Jokowi yang berani seperti ini," katanya [Fhr]

Tinggalkan Komentar