JD Vance Tegaskan Operasi Militer AS di Venezuela Demi Kendali Energi Global - Telusur

JD Vance Tegaskan Operasi Militer AS di Venezuela Demi Kendali Energi Global

Wakil Presiden JD Vance

telusur.co.id - Di tengah sorotan dunia terhadap langkah Amerika Serikat di Venezuela, Wakil Presiden JD Vance tampil dengan pernyataan tegas. Dalam wawancara dengan Salem News Channel, ia menyebut operasi militer yang dilakukan Washington bukan sekadar intervensi politik, melainkan strategi besar untuk membatasi pendanaan narkoterorisme dan memperkuat kendali atas energi global.

Di balik kata-katanya, tersirat ambisi besar Amerika: menjadikan energi sebagai alat tawar dalam percaturan geopolitik. “Siapa pun pemimpin negara itu nantinya, dia harus mau bekerja sama dengan Amerika Serikat,” ujar Vance, menekankan bahwa Venezuela tidak bisa lagi berdiri di luar orbit Washington.

Vance menegaskan bahwa kebijakan energi Venezuela sebelumnya telah memberi akses murah bagi pesaing asing, sementara hasil penjualannya digunakan untuk mendanai aktivitas yang dianggap mengancam AS. Dengan operasi militer ini, aliran dana tersebut diputus.

Presiden Donald Trump pada 3 Januari mengumumkan keberhasilan operasi dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump juga berjanji memperkuat kendali sementara atas Venezuela, termasuk pengerahan pasukan bila diperlukan.

Bagi Vance, langkah ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga soal ekonomi domestik. “Ini akan menyelamatkan nyawa. Ini akan berarti harga bensin dan energi yang lebih murah bagi warga Amerika,” katanya.

Dengan cadangan minyak terbesar di dunia, Venezuela menjadi titik strategis dalam perebutan energi. Vance menekankan bahwa kendali atas sumber daya ini akan memberi AS hasil ekonomi lebih baik sekaligus menjadikan energi sebagai instrumen diplomasi untuk mewujudkan perdamaian dan kemakmuran.

Vance menyebut operasi ini sebagai “sangat penting” dan pelaksanaannya “sempurna.” Narasi yang ia bangun menegaskan bahwa bagi pemerintahan Trump, Venezuela bukan sekadar krisis politik, melainkan arena perebutan energi global yang menentukan masa depan ekonomi dan keamanan Amerika Serikat. [ham]


Tinggalkan Komentar