telusur.co.id - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai masyarakat Indonesia saat ini tidak memiliki pilihan lain selain mempercayai dan mendukung program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang.
Menurutnya, tekanan ekonomi yang melanda berbagai lapisan masyarakat telah membuat opsi mencari jalan keluar secara mandiri semakin sulit.
"Mungkin marah netizen kalau saya berikan solusinya adalah ini saatnya kita bersama mendukung program pemerintah dan percaya dengan apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo, ya karena kita tidak punya pilihan ya," ujar Hensa kepada wartawan.
Hensa berpendapat, saat ini bukan hanya masyarakat kelas bawah saja yang terdampak kondisi ekonomi saat ini. Ia melihat, banyak dari kalangan kelas atas juga sudah mulai terdampak, terutama dari segi kebijakan dan peristiwa belakangan yang terjadi di OJK dan Bursa Efek Indonesia.
Maka dari itu, ia menyatakan bahwa harapan perbaikan kondisi negara saat ini sepenuhnya bergantung pada langkah konkret pemerintahan Prabowo.
“Dan memang sekarang kita tinggal tunggu apa yang akan dilakukan oleh pemerintahan Pak Prabowo, menurut saya dengan kondisi seperti saat ini saya justru mengajak masyarakat teman-teman semua untuk mempercayakan pemerintahan Pak Prabowo untuk memperbaiki keuangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, solusi tersebut muncul karena keterbatasan yang dihadapi mayoritas masyarakat.
“Kecuali kita uangnya banyak banget jadi kita bisa ke luar negeri, keluar negeri hidup di sana pakai uang kita. Ini masalahnya kan banyak dari kita kan uangnya hanya cukup nih buat hidup sehari-hari aja gitu,” jelasnya.
Dalam pernyataannya, Hensa juga menyinggung peringatan dari sejumlah tokoh publik terkait potensi gejolak di awal tahun.
Rocky Gerung, misalnya, dalam acara Executive Breakfast Meeting IKA FIKOM Unpad bertajuk "Riah Riuh Komunikasi" menyatakan bahwa Februari mendatang berpotensi menjadi periode penuh ketegangan. Ia memprediksi akan terjadi benturan antara rasa frustrasi di kalangan elit dengan kondisi ekonomi masyarakat bawah yang semakin sulit, ditandai dengan peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) serta kesenjangan data resmi dengan realitas yang dialami masyarakat.
Meski ada peringatan tersebut, Hensa menegaskan bahwa di tengah keterbatasan yang ada, langkah paling realistis adalah bersama-sama memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk membawa perbaikan.
“Saya menyampaikan keresahan bukan untuk membuat resah tapi ingin membuat pemerintah kita memikirkan solusinya supaya ekonomi Indonesia lebih baik, silahkan Pak Prabowo kalau memang harus ada hal-hal yang perlu dilakukan untuk membuat rakyat jadi lebih baik, kami menunggu,” tutupnya. [ham]



