telusur.co.id -Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada awal kompetisi Super League 2026/2027 merupakan salah satu permintaan dari Persija.
Persija dijadwalkan menjamu Persib pada pekan kedua Super League 2026/2027, Sabtu (12/9/2026). Laga bertajuk El Clasico Indonesia tersebut dipastikan berlangsung di Jakarta dan dapat disaksikan langsung oleh penonton.
"Ya, bisa di Jakarta," ujar Ferry kepada awak media di Kantor I.League, Jakarta, Selasa, usai jumpa pers Indonesia Women's League 2026/27.
Ferry juga memastikan pertandingan tersebut dapat dihadiri penonton. Hal itu menjadi kabar penting bagi Persija yang ingin kembali memainkan laga-laga besar di Jakarta dengan dukungan langsung Jakmania.
Ada penonton dong. Pasti dengan penonton," kata Ferry.
Meski demikian, ia menambahkan suporter tamu tetap tidak diperbolehkan hadir mengingat tensi tinggi dari laga tersebut.
Kabar tersebut menjadi angin segar bagi kubu Macan Kemayoran. Sebab, terakhir kali Rizky Ridho cs. bermain di Jakarta terjadi tujuh tahun silam yaitu pada Juli 2019. Laga yang digelar di SUGBK itu berakhir dengan skor 1-1.
Lebih lanjut, Ferry mengatakan dalam penyusunan jadwal kompetisi, I.League memberikan ruang kepada klub untuk menyampaikan berbagai permintaan. Namun, tidak seluruh permintaan bisa dipenuhi karena harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kompetisi secara keseluruhan.
Menurut Ferry, salah satu keputusan menempatkan Persija sebagai tuan rumah menghadapi Persib pada awal musim tidak terlepas dari permintaan yang disampaikan Macan Kemayoran.
"Secara sistem mengakomodir permintaan-permintaan dari Persija, ya," ungkap Ferry.
Kendati demikian, Ferry menegaskan, Persija bukan satu-satunya klub yang menyampaikan permintaan dalam penyusunan jadwal Super League 2026/2027. I.League juga berupaya mengakomodasi kebutuhan klub-klub lain dengan mempertimbangkan skala prioritas.
"Nah, tentunya tidak semua. Katakanlah ada permintaan ada 20, 30, 10, 5, tidak mungkin semua kita bisa akomodir. Tetapi kita selalu menggarisbawahi, permintaan-permintaan berdasarkan skala prioritas. Nomor satu apa, nomor dua apa, itu yang kita akomodir," jelasnya.
Penempatan laga Persija kontra Persib di Jakarta menjadi perhatian tersendiri. Sebab, Persija sebelumnya harus menjalani laga kandang kontra Persib di Stadion Segiri, Samarinda, pada pekan ke-33 Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Persib 2-1.
Dengan keputusan I.League untuk menggelar duel kedua tim di Jakarta pada awal musim, Persija akhirnya mendapat kesempatan menjamu rivalnya di hadapan pendukung sendiri.Di sisi lain, mekanisme akomodasi permintaan klub menunjukkan bahwa penyusunan jadwal Super League tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis pertandingan, tetapi juga kebutuhan masing-masing klub.
Ferry menegaskan, seluruh permintaan tetap harus diseleksi dan ditempatkan berdasarkan tingkat prioritas agar jadwal kompetisi tetap dapat berjalan secara optimal.



