Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS, IRGC Ancam Balasan Lebih Dahsyat - Telusur

Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS, IRGC Ancam Balasan Lebih Dahsyat

Pesawat tanpa awak MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat

telusur.co.id - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat yang terbang di atas wilayah Ahvaz, Iran barat daya. Menurut IRGC, drone tersebut berhasil dihancurkan menggunakan sistem pertahanan udara canggih yang baru dioperasikan.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, IRGC menyebut pesawat nirawak buatan AS itu berhasil dicegat oleh Angkatan Udara IRGC di bawah koordinasi jaringan pertahanan udara terpadu Iran.

"Drone MQ-9 berhasil dicegat dan dihancurkan menggunakan sistem pertahanan udara canggih terbaru yang dioperasikan Angkatan Udara IRGC," demikian pernyataan resmi IRGC.

Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada hari yang sama, militer Iran juga mengumumkan telah melanjutkan operasi militernya terhadap target-target Amerika Serikat melalui fase ke-16 dan ke-17 Operasi Thunderbolt. Dalam operasi tersebut, Iran mengklaim meluncurkan drone peledak ke dua fasilitas militer utama AS di Kuwait sebagai bentuk balasan atas serangan yang disebut telah menewaskan warga sipil dan merusak infrastruktur Iran.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi maupun tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim Iran mengenai penembakan drone MQ-9 maupun serangan terhadap fasilitas militer AS di Kuwait.

Sementara itu, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons militer yang lebih besar.

Menurut Abdollahi, Angkatan Bersenjata Iran siap memberikan "tanggapan yang tegas dan menghancurkan" apabila Washington kembali melakukan serangan terhadap wilayah Iran.

Ia juga menegaskan komitmen militer Iran untuk tetap berada di bawah arahan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, seraya mengeklaim bahwa Iran akan mampu menimbulkan kerugian yang lebih besar terhadap Amerika Serikat dibandingkan dua gelombang konflik sebelumnya yang melibatkan AS dan Israel.

Pernyataan IRGC dan para pejabat militer Iran tersebut menandai semakin meningkatnya retorika konfrontatif di kawasan, sementara komunitas internasional terus menyerukan langkah deeskalasi guna mencegah meluasnya konflik di Timur Tengah.


Tinggalkan Komentar