telusur.co.id - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menuduh Amerika Serikat dan Israel menggunakan “kebohongan besar” untuk membenarkan tindakan militer ilegal, sambil mengklaim bahwa operasi mereka bertujuan menjaga stabilitas di pasar energi global.

Dalam unggahan di akun X pada Minggu, Baqaei menyebut narasi tersebut tidak berdasar dan menyesatkan. Ia menekankan bahwa justru provokasi perang yang sembrono dari AS dan Israel yang mengganggu proses diplomatik dan menciptakan rasa tidak aman di jalur energi vital, melalui agresi militer tanpa provokasi terhadap Iran.

“Kebohongan besar berikutnya yang dilancarkan untuk membenarkan 'perang pilihan' ilegal mereka adalah klaim bahwa mereka 'melestarikan perdamaian dan stabilitas di pasar energi global',” tegas Baqaei.

Baqaei menuding taktik tersebut mengikuti pepatah terkenal Joseph Goebbels: “Tuduh orang lain melakukan apa yang Anda sendiri lakukan.” Ia menambahkan bahwa strategi itu merupakan pola sinis yang biasa digunakan: menciptakan krisis dan perang, kemudian mengklaim sebagai upaya memulihkan perdamaian dan stabilitas.

“'Mereka menciptakan kehancuran dan menyebutnya perdamaian.' Agricola, Tacitus,” pungkas Baqaei, menekankan kritik keras terhadap klaim Barat mengenai keamanan energi global.