telusur.co.id -Persija Jakarta berupaya bangkit saat menjamu Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan Super League 2025/206 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (11/4) pukul 19.00 WIB. Setelah gagal meraih hasil maksimal di tiga laga terakhir, Macan Kemayoran ini bertekad mengamankan poin penuh di hadapan pendukung setianya, Jakmania.
Kemenangan menjadi harga mati bagi anak asuh Mauricio Souza. Selain untuk mengobati kekecewaan suporter, kemenangan sangat dibutuhkan demi terus menempel ketat dua pesaing utama di papan klasemen sementara.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan ekstra keras selama sepekan terakhir selepas takluk di markas Bhayangkara FC di Lampung pekan lalu. Fokus utama latihan adalah membenahi kelemahan di laga sebelumnya sembari mematangkan strategi penyerangan khususnya dalam penyelesaian akhir.
"Kami tahu bahwa kami harus segera memberikan respons kepada suporter. Para pemain sadar dan termotivasi untuk pertandingan besok. Saya benar-benar berharap besok kami bisa memainkan pertandingan yang hebat dan kembali meraih kemenangan," ujar Souza dalam konferensi pers jelang laga.
Meski optimistis, Mauricio tetap mewaspadai kekuatan tim tamu. Menurutnya, Persebaya memiliki skuad yang kompetitif meski performanya sempat tidak stabil dalam beberapa pekan terakhir.
“Terkait Persebaya, mereka adalah tim yang hebat. Mereka adalah tim yang juga cukup banyak berfluktuasi di kompetisi. Tetapi mereka memiliki skuad yang sangat kuat. Saya kenal beberapa pemain yang bermain di sana,” tambahnya.
Upaya Persija untuk meraih kemenangan diprediksi tidak akan mudah. Macan Kemayoran dipastikan tampil pincang tanpa sejumlah pilar utama di lini pertahanan.
Thales Lira harus absen akibat akumulasi kartu kuning, sementara bek senior Jordi Amat masih menjalani sanksi kartu merah. Kondisi diperparah dengan absennya Shayne Pattynama yang mengalami sakit, serta Hanif Sjahbandi dan Mauro Ziljstra yang masih dalam tahap pemulihan cedera.
Walau kehilangan banyak pemain kunci, Mauricio tetap percaya diri dengan skema yang telah ia siapkan. Ia yakin para pemainnya mampu menerapkan seluruh rencana taktik di laga klasik tersebut.
“Kami memiliki beberapa pemain absen yang penting untuk pertandingan ini. Tetapi di dalam apa yang telah kami lakukan di minggu ini, kami berhasil mengeksekusi semuanya,” pungkas pelatih asal Brasil tersebut.
Duel klasik antara Persija dan Persebaya ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat sejarah panjang rivalitas kedua tim sebagai kekuatan besar di sepak bola Indonesia.
Bagi Persija, raihan tiga poin tetap memastikan peluang menuju tangga juara tetap terbuka. Jika gagal, bisa dipastikan gelar juara akan tertutup.



