Jangan Nuduh Ditunggangi, Danhil Anzar: Tangkap Saja Pak Wiranto

telusur.co.id - Juru bicara Prabwo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi soal pernyataan Menko Polhukam Wiranto soal pemerintah mengetahui ada yang menunggangi demo di Papua hingga berujung kerusuhan. Bahkan, pemerintah menganggap ada yang mencoba mencari keuntungan.

"Mohon maaf dengan segala hormat, statement Pak Wir justru memperkeruh suasa. Bila ada yang menunggangi tangkap saja Pak Wir, jangan kemudian menebar tuduhan, ini saat kita bergandengan tangan saling tolong menolong apa pun sikap politiknya, demi kepentingan NKRI," cuit Dahnil dalam akun twitter-nya @Dahnilanzar, Minggu (1/9/19).

https://photos.app.goo.gl/5JRbXb3HDkGGsyEH8

Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini menilai, ada baiknya Wiranto dan pejabat lainnya tidak mengeluarkan statemen mengenai Papua dan Papua Barat yang justru berpotesni memecah belah dan menimbulkan saling sakwasangka.

"Ini saatnya bergandengan tangan untuk saling menguatkan demi keutuhan NKRI. kita bantu Pak 
@jokowi agar NKRI tetap utuh," tulisnya.

Wiranto, lanjut Dahnil, sebagai eks Panglima ABRI pasti sudah banyak belajar dari peristiwa pada tahun 1998, Timor-Timor dan lainnya. "Saya kira Pak Wiranto sudah banyak belajar dari peristiwa 98, Tim-Tim, dll dimana pada saat-saat genting peristiwa-peristiwa tersebut, Pak Wiranto selalu dalam posisi sedang menjadi pejabat yang sangat berpengaruh, jadi jangan biarkan hal yang sama terjadi lagi kali ini. Kita bahu membahu jaga NKRI," demikain Dahnil.

Sebelumnya, Wiranto mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kerusuhan di Papua ditunggangi oleh pihak yang menginginkan instabilitas negara. Namun, Wiranto tidak menyebutkan secara spesifik pihak yang ia maksud tersebut. Ia hanya meminta agar pihak yang ia maksud itu menghentikan aksinya.

"Kita tahu siapa yang mencoba mendapatkan keuntungan dari kerusuhan ini. Kita tahu, siapa pun dia hentikan itu karena itu hanya ingin membuat suasana instabil," ujar Wiranto.[Ipk]

Tinggalkan Komentar