John Herdman Ungkap Alasan Mathew Baker Bisa Promosi ke Timnas Indonesia Senior untuk ASEAN Championship 2026 - Telusur

John Herdman Ungkap Alasan Mathew Baker Bisa Promosi ke Timnas Indonesia Senior untuk ASEAN Championship 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Foto: Telusur.co.id/Risyad.

telusur.co.id -Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, buka suara soal memanggil pemain muda seperti Mathew Baker ke skuad senior Garuda untuk menghadapi ASEAN Championship 2026 atau turnamen yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF.

Menurut Herdman, pemanggilan pemain muda berbakat merupakan bagian dari strategi percepatan pengembangan karier yang ingin diterapkannya di Timnas Indonesia. Ia menilai pemain-pemain muda yang memiliki potensi besar perlu mendapatkan eksposur di level internasional sejak dini agar peluang mereka menembus kompetisi yang lebih tinggi semakin terbuka.

"Jadi Anda tahu Mathew Baker adalah prospek muda yang menarik. Bagian dari strategi kami adalah strategi akselerasi (percepatan)," kata Herdman kepada awak media usai memimpin latihan di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (30/5).

Pelatih asal Inggris itu menjelaskan bahwa pemain muda berbakat memiliki rentang waktu yang relatif singkat untuk berkembang dan mendapatkan kesempatan berkarier di level yang lebih tinggi, khususnya di Eropa.

"Apa yang saya pelajari adalah ketika Anda melihat pemain dengan potensi seperti itu. Sangat penting untuk mendongkrak kariernya dengan cepat. Karena jendela waktu untuk memindahkan seorang pemain mungkin dari A-League ke kasta satu dan kasta dua di Eropa itu sangat pendek," jelasnya.

Herdman menilai kesempatan tampil bersama tim nasional dapat menjadi sarana penting bagi pemain muda untuk menarik perhatian pencari bakat maupun klub-klub yang lebih besar.

"Jika seorang pemain memiliki kesempatan di tingkat internasional, mereka mendapatkan lebih banyak peluang untuk dipantau dan di sana mereka melangkah naik dengan cepat," lanjutnya.

Herdman mencontohkan pengalaman yang pernah ia lakukan ketika menangani Timnas Kanada dengan memberikan kesempatan kepada seorang Jonathan David.

"Jadi saya pernah mengalami hal ini dengan Jonathan David di Kanada,"

"Kami mendapati dia sebagai seorang anak berusia 17 tahun yang bermain di akademi mereka. Tetapi kami mempercepat kariernya. Kami memberikan dia kesempatan ketika mungkin ada pemain-pemain yang lebih tua yang bisa saja bermain. Dan dia menjalani kompetisi Gold Cup di mana dia memenangkan pemain terbaik turnamen, Sepatu Emas (Golden Boot)," ungkap eks pelatih Toronto FC tersebut.

Ia menambahkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada David saat itu menjadi salah satu faktor yang membantu sang pemain berkembang hingga mampu berkarier di kompetisi elite Eropa.

"Hal berikutnya yang terjadi, dia sekarang bermain di Prancis di tingkat tertinggi," pungkasnya.

Karena itu, Herdman ingin menerapkan pendekatan serupa kepada sejumlah pemain muda Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar, termasuk Alfharezzi Buffon yang juga masuk dalam skuad untuk ASEAN Championship 2026.

"Jadi yang saya percaya kita bisa membantu para pemain muda kita, Buffon, Mathew Baker, untuk mengekspos mereka ke tim nasional dan mudah-mudahan mereka bisa pindah lebih cepat ke tingkat berikutnya jika mereka memiliki kemampuan," terangnya.

Pemanggilan Baker dan Buffon menjadi sinyal bahwa Herdman tidak hanya berfokus pada target jangka pendek Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026, tetapi juga menyiapkan fondasi jangka panjang dengan memberikan panggung kepada talenta-talenta muda yang berpotensi menjadi tulang punggung Garuda di masa depan.


Tinggalkan Komentar