telusur.co.id - Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Lapangan Kemensos, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Upacara dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan rangkaian kegiatan seperti pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, hingga penyampaian amanat pembina upacara.
Bertindak sebagai pembina upacara, Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis menyampaikan bahwa tema Harkitnas tahun ini adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Tema tersebut menekankan pentingnya membangun generasi muda sebagai fondasi utama menuju kemandirian bangsa.
Dalam amanat yang dibacakannya dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Abdul Muis menyebut pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menjalankan berbagai program strategis untuk pemerataan pendidikan, termasuk melalui program Sekolah Rakyat.
“Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM,” ujar Abdul Muis.
Pada kesempatan yang sama, Abdul Muis juga menyampaikan arahan dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul terkait pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, program tersebut harus dijalankan secara akuntabel dan bebas dari praktik korupsi agar tujuan mulia membantu masyarakat kurang mampu tidak tercoreng.
“Dengan program dan amanah yang sebesar ini, maka penyelenggaraan Sekolah Rakyat harus dilakukan secara akuntabel, berintegritas, serta menjaga diri dari tindak pidana korupsi yang akan mengaburkan tujuan mulia dari program Sekolah Rakyat,” katanya.
Saat ini, program Sekolah Rakyat telah berjalan hampir dua semester di 166 titik di seluruh Indonesia. Pemerintah juga tengah mempersiapkan tahun ajaran baru sekaligus melakukan rekrutmen siswa baru melalui proses penjangkauan kepada anak-anak yang paling membutuhkan.
Hingga kini, proses penjangkauan telah mencapai 12.676 anak, terdiri dari 4.328 calon siswa SD, 4.604 calon siswa SMP, dan 2.935 calon siswa SMA. Pemerintah menargetkan sebanyak 32.640 siswa baru dapat diterima pada tahun ini.
Upacara Harkitnas 2026 di lingkungan Kemensos turut diikuti seluruh pegawai serta jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama kementerian tersebut.



