Komunitas PSS Ajak Ratusan Masyarakat Peduli Sampah - Telusur

Komunitas PSS Ajak Ratusan Masyarakat Peduli Sampah

Harapan dan tandatangan dari komunitas peduli sampah dalam rangka HPSN 2024 yang digelar oleh Peduli Sungai Surabaya (PSS)

telusur.co.id - Komunitas Peduli Sungai Surabaya (PSS) yang berlokasi Jl. Basuki Rachmat No. 194 Surabaya, menggelar Talkshow Lingkungan dengan tema “Surabaya Darurat Sampah: Kita Bisa Apa?”. Menghadirkan Founder PSS, Winardi Litanto, juga ratusan masyarakat Surabaya berbagai komunitas.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan, antara lain, Kabid Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Surabaya, Much. Rokim, Kaprodi Teknik Industri Ubaya, Gunawan, Ph.D, Penggerak Kampung Proklim Sambiarum, Wahyo Oktarianto, Ketua Bank Sampah Induk Surabaya, Anjar Putro Wijiasmoro, Manager Eksekutif PSS Nurul Khotimah, serta dipandu moderator oleh Tim News Suara Surabaya, Fitriana Ayu.

Founder PSS, Winardi Litanto menjelaskan, hari ini pihaknya mengundang masyarakat Surabaya dari berbagai lini. Seperti dari Dinas LH Surabaya, komunitas dan stakeholder untuk peduli sampah berbagi ilmu dari sudut pandang yang berbeda dari narasumber yang dihadirkan oleh PSS. 

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadirannya, semoga ini menjadi momen keseharian untuk peduli sampah. Untuk semua yang hadir disini jika menggunakan botol plastik, kami menyiapkan bank sampah usai acara. Harapannya, dengan kepedulian terhadap sampah, kami terus berkarya membangun negeri bebas sampah. Upaya terbaik untuk lingkungan yang sehat," jelasnya di DK26, Surabaya. Sabtu, (24/2/2024) sore.

Kabid Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas LH Kota Surabaya, Much. Rokim menegaskan DLH selalu mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk peduli soal sampah.

"Kami sosialisasikan larangan Pemerintah, seperti sampah plastik terkait larangan dari pemerintah untuk penggunaan plastik sekali pakai sudah jalan di toko modern," tegasnya. 

Menurutnya, setiap hari 1600 ton hingga 1800 ton sampah dibuang pe hari. Sementara target DLH 1000 ton per hari. Bank Sampah untuk total unit jumlahnya 650 bank sampah. 

"Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R sama seperti TPS yang ada, tapi ada pemilahan sampah antara organik dan sampah non organik. Tapi di situ ada residu, yang organik kita olah menjadi kompos dan marbot. Untuk per hari pengolahan ada 40 ton per hari, masih kurang 500 ton yang belum dikelola. Kami dari DLH bekerja maksimal, ke depan kami akan membuat RDL sampah plastik untuk kami buat boiler," ungkapnya.

Sementara, Kaprodi Teknik Industri Ubaya, Gunawan secara sederhana seperti teori namun perlu implementasi. Setelah edukasi, kesadaran dan tindakan. Masyarakat yang mulai terdidik dewasa melalui siklus. Seperti dengan memilah bank sampah. 

"Kami di kampus berusaha menerapkan teknologi untuk mengurangi timbulnya sampah. Dengan menggunakan semua penggunaan tanpa menimbulkan sampah. Untuk pengelolaan sampah, saya lihat sudah sangat bagus dan berhasil di masyarakat. Namun teknologi dan edukasi menjadi pengetahuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan mengurangi adanya sampah," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Bagian Program dan Riset PSS, Ely Diah A. menambahkan bahwa, kegiatan kali ini untuk mengajak masyarakat peduli terhadap sampah. 

"Surabaya Darurat Sampah, ini PSS juga memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024. Dimana akibat dampak sampah di sejumlah kota dan kabupaten. Terkait ini, kami PSS mendiseminasikan kepada masyarakat untuk peduli sampah. Kami menumbuhkan kesadaran masyarakat, melalui acara ini, mampu menjembatani masyarakat dengan pemerintah dan stakeholder bersinergi peduli sampah untuk Indonesia sehat," tutup Ely. (ari)


Tinggalkan Komentar