telusur.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung dan membenahi pola pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Langkah tersebut dilakukan menyusul arahan Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono saat mengunjungi TPA Cipayung, Selasa (11/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Diaz didampingi Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraeni.
"Terkait arahan Wamen LH, kita tindak lanjuti dengan pembuatan roadmap pengurangan sampah, penguatan pemilahan dari sumber, optimalisasi fasilitas pengolahan yang ada, percepatan pembangunan fasilitas skala besar, serta pembenahan operasional TPA Cipayung," ujar Reni kepada telusur.
Reni mengungkapkan penataan aktivitas pemulung di kawasan TPA Cipayung juga menjadi perhatian. Penataan dilakukan agar para pemulung tidak memasuki zona yang dapat membahayakan keselamatan di area TPA.
"Targetnya, volume sampah ke TPA terus berkurang hingga hanya residu," tutur dia.
Selain pembenahan pengelolaan sampah, Reni mengatakan DLHK Kota Depok memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di TPA Cipayung, khususnya memasuki musim kemarau.
Dia menuturkan langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), antara lain dengan memperkuat patroli dan pemantauan terhadap titik-titik yang rawan mengalami kebakaran.
DLHK juga memastikan kesiapan sumber air dan peralatan pemadaman, melakukan pengaturan timbunan sampah, serta meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan pihak terkait lainnya.
Di sisi lain, Pemkot Depok terus mendukung pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu upaya mempercepat penanganan persoalan sampah perkotaan.
Reni menjelaskan, pengembangan PSEL tetap mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Selain aspek teknologi, kesiapan kelembagaan dan pembiayaan juga menjadi bagian yang harus dipastikan dalam proses tersebut.
Sambil menunggu proses pengembangan PSEL, lanjutnya, DLHK menjalankan strategi lain secara paralel untuk mengurangi beban TPA Cipayung.
Strategi tersebut mencakup pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, penguatan pengolahan sampah organik, optimalisasi TPS3R dan Unit Pengolahan Sampah (UPS), serta pengembangan Refuse Derived Fuel (RDF).
Dengan berbagai langkah tersebut, kata Reni, Pemkot Depok menargetkan pengelolaan sampah secara bertahap tidak lagi berorientasi pada pembuangan di TPA.
Volume sampah yang masuk ke TPA Cipayung ditargetkan terus berkurang hingga hanya menyisakan residu.
Laporan: Malik Sihite



